Langkah itu menandai dimulainya proses pembangunan Sekolah Garuda secara konkret.
Selain itu, menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda di wilayah timur Indonesia.
"Kita targetkan pembangunan Sekolah Garuda di Soe selesai Juni tahun 2026, sehingga saat tahun ajaran baru sudah bisa beroperasi," kata Stella di Soe, NTT.
Dia menambahkan, Kemdiktisaintek telah menganggarkan Rp1,040 Triliun di tahun 2025 untuk pembangunan 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp233 miliar dianggarkan untuk modal pembangunan tiap Sekolah Garuda Baru. Salah satunya di Soe.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah memilih daerahnya sebagi lokasi pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat.
Dia berharap, kehadiran Sekolah Garuda akan meningkatkan akses anak-anak NTT terhadap pendidikan berkualitas dan membuka peluang mereka untuk kuliah di universitas terbaik di dunia.
"Pembangunan sekolah ini juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTT. Khususnya di Kabupaten TTS. Sekolah Garuda adalah sekolah yang dibangun untuk anak-anak dari seluruh Indonesia. Anak-anak NTT jangan minta jatah, tapi tidak siap. Kita boleh minta jatah untuk mendapat prioritas. Tetapi harus mempersiapkan diri," ujar Melki Laka Lena.
Sekolah Garuda sejalan dengan Asta Cita dan merupakan Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto yang fokus membangun sekolah unggul di seluruh penjuru Indonesia untuk menyiapkan generasi emas.
Sekolah Garuda dirancang dengan tiga pilar. Yakni: penyeimbang akses, inkubator pemimpin. Meningkatkan prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Setiap Sekolah Garuda Baru menerima 160 siswa per tahun. Tahun ajaran baru mulai beroperasi pada 2026/2027.
Sebanyak 80 persen siswa akan melalui jalur beasiswa penuh. Sementara 20 persen jalur paralel.
Seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Garuda akan memprioritaskan siswa-siswi dari daerah 3T.
"Siswa Sekolah Garuda juga akan menjadi prioritas untuk mendapatkan Beasiswa Garuda," terang Stella.
Khusus di bidang STEM (sains, technology, engineering and mathematics), pemerintah ingin ada sumber daya manusia yang mumpumuni di bidang tersebut. Karena itu, harus dibuka akses kepada anak-anak SMA di Indonesia.
"Kami percaya karena langsung dipimpin Bapak Presiden, talenta itu ada di mana-mana. Tetapi peluang tidak ada secara menyeluruh. Sehingga peluang itulah yang diciptakan," sambung Stella.