Gubernur Kalimantan Utara Buka HLM TPID se-Kaltara, Tekankan Pengendalian Inflasi

Gubernur Kalimantan Utara Buka HLM TPID se-Kaltara, Tekankan Pengendalian Inflasi

Pemprov Kaltara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat--Diskominfo Kaltara

KALTARA, DISWAY.ID - Upaya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat terus menjadi perhatian oleh pemerintah daerah. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan High Level Meetin (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Utara yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara di Tanjung Selor.

Forum tersebut menjadi wadah koordinasi bagi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi, sekaligus memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

Pertemuan HLM TPID se-Kalimantan Utara ini juga menjadi momentum untuk para pemerintah provinsi dan daerah dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, serta berbagai instansi yang terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

BACA JUGA:Lindungi Anak di Ruang Digital, Pemerintah Batasi Penggunaan Media Sosial Mulai Maret 2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat. Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Utara yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara di Tanjung Selor.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu agenda penting untuk pemerintah daerah, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

Dirinya sampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk bisa mengendalikan potensi kenaikan harga di daerah.

Menurut Zainal, TPID memiliki peran yang strategis dalam memantau perkembangan harga, mengidentifikasi potensi gangguan pasokan, hingga merumuskan langkah-langkah pengendalian yang efektif. Maka dari itu, koordinasi di antara wilayah Kalimantan Utara perlu terus diperkuat agar kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu juga diingatkan oleh Zainal bahwa upaya pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, tetapi juga berkaitan erat dengan daya beli masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan, maka kesejahteraan masyarakat pun dapat terjaga dengan lebih baik.

BACA JUGA:Akses Pendidikan Tinggi Anak Perbatasan Jadi Fokus Pertemuan Pemprov Kaltara dan UBT

Melalui forum HLM TPID tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu peningkatan permintaan barang kebtuhan pokok hal ini penting untuk diperhatikan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.

Selain itu pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya distribusi barang serta ketersediaan stok bahan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Maka dengan distribusi yang lancar dan pasokan yang memadai maka potensi kenaikan harga dapat diminimalisir.

Sumber: