Lebih dari Rp13 Miliar untuk Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera
Total bantuan yang disalurkan di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari Rp13 miliar.--Kemendikdasmen
KALTARA, DISWAY.ID - Sejak bencana banjir melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus terus melakukan penanganan dampak bencana terhadap keberlanjutan Pendidikan.
Total bantuan yang disalurkan di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari Rp13 miliar.
Bantuan mencakup 109 unit tenda darurat, 7.600 paket schoolkit, 2.000 pasang sepatu, serta 80 paket sekolah darurat.
Selain itu, dukungan psikososial berupa layanan trauma healing juga diberikan kepada murid serta orang tua atau keluarga terdampak.
BACA JUGA:Suasana Hari Pertama Masuk Sekolah di Padang Pascabencana Banjir
Salah satu penerima bantuan, Devina Tiara, murid SMPN 16 Medan, merasa senang dapat menerima schoolkit.
Banjir setinggi hampir satu meter merusak buku, tas, dan perlengkapan sekolah miliknya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi kekuatan bagi para murid untuk tetap semagat dan pantang menyerah.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pembelajaran di daerah terdampak bencana merupakan prioritas pemerintah.
Dengan pembelajaran yang kembali pulih, sekolah diharapkan dapat kembali menjadi ruang aman, inklusif, dan penuh harapan bagi anak-anak untuk melanjutkan proses belajar dan menata masa depan mereka.
BACA JUGA:BTN Berperan Aktif Dukung Danantara Bangun Huntara Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
“Program pemulihan pembelajaran akan terus dilakukan dengan pendekatan yang fleksibel dan diferensiatif, sesuai kondisi murid, lingkungan, dan sekolah, serta melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” tutup Saryadi.
Setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda kota Medan dan sekitarnya pada akhir November 2025, kegiatan belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan kini berangsur pulih.
Sekolah–sekolah terdampak telah siap memulai pembelajaran untuk mengawali semester genap tahun ajaran 2025/2026, termasuk SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara serta beberapa sekolah lainnya di Kota Medan.
Sumber: