BACA JUGA:BTN Berperan Aktif Dukung Danantara Bangun Huntara Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Pada upacara tersebut turut hadir Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi serta Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik, Rasoki Lubis.
Kehadiran jajaran Kemendikdasmen sekaligus memastikan bahwa proses pemulihan pembelajaran berjalan dengan baik dan responsif terhadap kondisi sekolah pascabencana.
Dalam amanatnya, Dirjen Tatang menegaskan bahwa kembali ke sekolah pasca terjadinya bencana bukanlah hal mudah bagi murid maupun guru.
Rasa cemas, kelelahan, hingga duka akibat kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga masih mungkin dirasakan. Namun demikian, semangat untuk belajar harus terus dijaga.
“Anak-anakku, kita harus tetap gemar belajar kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Bapak dan Ibu guru akan terus berupaya menjadi teman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kalian semua,” ujar Dirjen Tatang, di Medan, Sumatra Utara, Senin (5/1).
Untuk membangkitkan kembali semangat belajar, Dirjen Tatang mengajak para murid melakukan Senam Anak Indonesia Hebat dan menyanyikan lagu Hari Baru. Suasana upacara semakin hangat ketika para murid menyapa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang memimpin upacara hari pertama sekolah secara nasional dari Kabupaten Aceh Tamiang melalui Papan Interaktif Digital (PID).
BACA JUGA:BTN Berperan Aktif Dukung Danantara Bangun Huntara Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, Mardi Panjaitan, menjelaskan bahwa banjir sempat merendam hampir seluruh ruang kelas dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sekitar 400 murid terpaksa diliburkan dan mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.
Selain ruang kelas, banjir juga merusak sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang administrasi dan kantin hasil program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025. Perabot sekolah yang baru digunakan turut terdampak dan memerlukan perbaikan ulang.
“Mebel yang baru akhirnya kondisinya seperti mebel lama karena terendam banjir. Untungnya papan interaktif digital datang setelah banjir, sehingga bisa kami selamatkan,” ujar Mardi.