Pendidikan dan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Investasi Baru di Kalimantan Utara

Pendidikan dan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Investasi Baru di Kalimantan Utara

Gubernur Kalimantan Utara menggandeng pengusaha nasional, Aksa Mahmud untuk mendorong realisasi investasi di sektor pendidikan dan kesehatan--Diskominfo Kaltara

KALTARA, DISWAY.ID - Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mempercepat pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui langkah strategis yang dilakukan oleh Zainal A. Paliwang selaku Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam upaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan Gubernur Kalimantan Utara menggandeng pengusaha nasional, Aksa Mahmud untuk mendorong realisasi investasi di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta, tepatnya di Hotel Darmawangsa yang dijadikan sebagai strategi pemerintah daerah Kalimantan Utara dalam membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia dan layanan publik di wilayah perbatasan, sekaligus berharap dapat menghadirkan fasilitas pendidikan berkualitas, layanan kesehatan modern, serta infrastruktur pendukung lainnya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Pemprov Kaltara Perluas Akses Listrik Lewat Program Sambungan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Pemprov Kalimantan Utara terus memperkuat langkah percepatan pembangunan daerah melalui sinergi dengan pelaku usaha nasional. Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menggelar pertemuan khusus bersama dengan penguasa nasional, Aksa Mahmud di Hotel Darmawangsa, Jakarta. Tujuannya untuk memperkuat peluang investasi strategis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Kalimantan Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Aksa Mahmud menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan investasi yang berfokus pada tiga sektor strategis, yaitu pendidikan, perhotelan, dan kesehatan. Investasi ini yang diharapkan dapat menjadi pijakan pembangunan infrastruktur sosial yang berkualitas dan berkelanjutan di wilayah Bumi Benuanta.

Salah satu rencana besar yang dibahas adalah pembangunan International Boarding School di Kabupaten Nunukan. Sekolah internasional ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan berkualitas di daerah perbatasan, terutama untuk anak-anak pekerja migran dan keluarga lokal. Zainal Paliwang menilai, pendidikan berkualitas adalah fondasi utama untuk meningkatkan daya saing generasi muda Kalimantan Utara di tingkat regional dan nasional.

Selain di bidang pendidikan, agenda investasi juga mencakup pengembangan fasilitas perhotelan dan layanan kesehatan modern di Tanjung Selor yang merupakan ibu kota provinsi Kaltara. Rencana tersebut mencakup pembangunan hotel representatif untuk mendukung kegiatan pariwisata dan bisnis, serta rumah sakit swasta berkelas yang dikelola melalui kolaborasi dengan manajemen Primaya Hospital, sebuah penyelenggara layanan kesehatan berpengalaman dari luar provinsi.

Gubernur Zainal menekankan bahwa investasi ini bukan hanya sekedar janji. Kedua pihak sepakat melakukan kunjungan langsung ke lokasi rencana proyek di Kalimantan Utara, serta menggelar pembahasan teknis bersama dengan jajaran pemerintah provinsi pada awal Maret 2026. Pemeriksaan lokasi lapangan dan koordinasi teknis ini menjadi langkah penting untuk mempercepat proses izin hingga tahap implementasi.

BACA JUGA:Pemprov Kaltara Gandeng PT Charoen Pokphand, Dorong Kemandirian Pangan 2026

Dikatakannya, pembangunan sekolah internasional di Nunukan, serta fasilitas kesehatan dan perhotelan di Tanjung Selor dapat segera terealisasikan. Menurutnya, bahwa keberhasilan investasi ini nantinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

Investasi strategis tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha dapat menjadi pendorong utama percepatan pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia bagian timur, khususnya Provinsi Kalimantan Utara.

Sumber: