KALTARA, DISWAY.ID - Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan serangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), isu ketersediaan bahan pokok terutama untuk beras kembali menjadi perhatian utama di Kaltara (Kalimantan Utara).
Beras yang memang sebagai komoditas pangan strategis memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Oleh karena itu, langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama dengan Tim Satgas Pangan dalam memastikan stok akan tetap aman hingga enam bulan ke depan.
Melalui pemantauan langsung ke pasar, gudang penyimpanan, dan jalur distribusi Pemprov Kalimantan Utara berupaya untuk mengantisipasi potensi kelangkaan beras maupun lonjakan harga agar aktivitas konsumsi tetap berjalan dengan normal tanpa harus ada takut ada kelangkaan.
BACA JUGA:Pemprov Kalimantan Utara Perkuat Akuntabilitas Kinerja Melalui Pendampingan CIKU
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menegaskan bahwa stok beras di wilayahnya masih mencukupi dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai enam bulan ke depan. Pemantauan ini dilakukan oleh Tim Satgas Pangan bersama dengan Badan Pangan Nasional, Polda Kaltara, dan instansi terkait sebagai bagian dari persiapan menghadapi Ramadan serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pengecekan langsung ke lapangan menunjukkan bahwa stok bahan pokok di provinsi termuda di Indonesia ini masih tersedia dalam jumlah yang memadai. Pemerintah daerah optimis bahwa dengan ketersediaan saat ini, kondisi pasokan akan aman bahkan di tengah lonjakan permintaan yang biasa terjadi pada periode Ramadan dan hari besar lainnya.
Selain itu, Tim Satgas Pangan juga memantau harga bahan pokok di pasar, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan bawang. Hasil pantauan menunjukkan bahwa harga-harga tersebut masih berada dalam kisaran yang terkendali meskipun terdapat sedikit variasi antar titik pasar di daerah.
Namun demikian dalam operasi pengawasan ini, ditemukan sejumlah beras yang belum memiliki izin edar atau perpanjangan izin edar yang belum lengkap di beberapa toko ritel. Pemerintah dan Satgas Pangan kemudian mengimbau distributor dan pedagang untuk segera melengkapi administrasi terkait supaya mutu dan keamanannya terjamin.
Pemerintah setempat menilai pentingnya pemeriksaan izin edar guna memastikan bahwa semua produk yang beredar di pasaran telah memenuhi standar keamanan pangan, termasuk kejelasan asal-usul serta label yang sesuai dengan ketentuan.
BACA JUGA:Anak SD yang Memutuskan untuk Akhiri Hidup, Tinggalkan Surat Perpisahan untuk Ibu
Walaupun demikian, temuan ini tidak menunjukkan adanya ancaman terhadap ketersediaan atau kualitas stok beras secara keseluruhan. Kondisi stok yang aman ini didukung oleh upaya koordinasi antara pemerintah provinsi, aparat keamanan, dan pihak logistik termasuk Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk memastikan distribusi yang lancar dari gudang penyimpanan ke titik-titik pasar.
Pemerintah pun berharap masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan yang dapat menimbulkan kekhawatiran atau spekulasi pasar. Maka dengan langkah-langkah pemantauan ini, Pemprov Kaltara mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menjaga pola komunikasi yang wajar, serta saling mendukung stabilisasi pasar selama periode penting seperti Ramadan dan HBKN mendatang.