KALTARA, DISWAY.ID - Di tengah masih tingginya perhatian ancaman terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mulai mengambil langkah pencegahan yang lebih komperehensif melalui peluncuran program vaksinasi dengue perdana.
Program vaksinasi dengue menjadi bagian upaya dari pemerintah daerah dalam melengkapi strategi pengendalian DBD yang selama ini betumpu pada pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan kesadaran masyarakat, seiring masih ditemukannya kasus dengue yang menyerang kelompok usia rentan, terutama anak-anak sekolah.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor kesehatan dan mitra pendukung, vaksinasi dengue diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat serta menjadi fondasi awal pengembangan program serupa di wilayah lain di Kalimantan Utara.
BACA JUGA:Kebakaran di Long Peso, Hanguskan Rumah Warga dan Lamin Adat
Program vaksinasi dengue resmi diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari sejumlah pihak yang terkait, termasuk dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang memang membuat program vaksinasi ini sebagai bagian dari upaya pencegahan terpadu penyakit demam berdarah.
Menurut data, dengue masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia dengan catatan 139.298 kasus dan 583 kematian secara nasional hingga 1 Desember 2025. Situasi tersebut yang mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk melengkapi langkah pengendalian dengan pendekatan vaksinasi yang dilakukan pada awal Januari 2026.
Pelaksanaan vaksinasi dengue perdana dilakukan di Kabupaten Bulungan, khususnya di Kecamatan Tanjung Palas Utara, melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Puskesmas setempat, dan mitra seperti PT Bio Farma serta penyedia vaksin lainnya.
Program ini menyasar pada kelompok usia yang rentan, terutama anak sekolah dasar sebagai bagian dari strategi perlindungan generasi muda terhadap ancaman DBD. Pertama kalinya vaksinasi dengue ini digelar pada lembaga pendidikan di Desa Panca Agung dan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai tingkat.
Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman menyatakan bahwa vaksinasi dengue di Kabupaten Bulungan merupakan pilot project sekaligus menjadi bukti kesiapan daerah mengadopsi inovasi pencegahan DBD.
BACA JUGA:Pemprov Kaltara Dorong Perusahaan Serap Tenaga Kerja Lokal di Tengah Pembangunan Industri
Dalam sambutannya Robby juga menegaskan bahwa vaksinasi ini bukan menggantikan, melainkan melengkapi upaya pencegahan tradisional seperti PSN 3M Plus. Data dari pemerintah daerah menunjukkan bahwa di tahun 2024, Kalimantan Utara mencatat ratusan kasus DBD dengan kelompok usia anak sekolah menjadi yang paling banyak terdampak, maka dari itu perlindungan vaksinasi dianggap semakin penting.
Salah satu mitra penyelenggara, PT Bio Farma (persero) mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari perannya dalam meningkatkan upaya pencegahan penyakit menular di Indonesia.
Program vaksinasi dengue ini mendapatkan sambutan positif di lingkungan pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau pelaksanaan serta mengoptimalkan capaian vaksinasi di wilayah lain di Kalimantan Utara.
Dengan langkah ini, Kalimantan Utara memperluas strategi pencegahan DBD melalui pendekatan imunisasi yang inovatif, di samping kegiatan-kegiatan pencegahan konvensional yang sebelumnya telah berjalan.