Seberapa Penting Vitamin C bagi Tubuh? Ini Penjelasan Pakar Gizi

Senin 05-01-2026,22:41 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Ia juga mengingatkan bahwa vitamin C mudah rusak oleh panas. Oleh karena itu, pengolahan sayur sebaiknya tidak menggunakan suhu tinggi.

“Kalau sayuran dimasak dengan suhu tinggi, sebagian besar vitamin C-nya hilang. Konsumsi sebagai salad atau tumis cepat masih memungkinkan vitamin C tetap ada,” jelasnya.

Terkait suplemen vitamin C, Prof Hardinsyah menyebutkan bahwa penggunaannya dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu.

"Dalam kondisi darurat, seperti bepergian jauh, sulit akses buah dan sayur, atau masa pemulihan sakit, suplemen vitamin C bisa digunakan. Namun, dalam kondisi normal, sumber alami tetap lebih dianjurkan,” katanya.

BACA JUGA:Ahli Neurosains Bagikan 3 Makanan yang Bikin Kulit Tampak Lebih Muda

Ia menambahkan bahwa gejala kekurangan vitamin C tidak selalu spesifik, tetapi dapat terlihat dari kondisi kulit yang menjadi kasar, kering, dan bibir tampak keriput.

“Itu gejala awal yang sering muncul, meskipun bisa juga berkaitan dengan kekurangan zat gizi lain,” ujarnya.

Sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh, Prof Hardinsyah menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayur secara seimbang setiap hari.

“Dengan mengonsumsi dua porsi sayur dan tiga porsi buah per hari, kebutuhan vitamin C umumnya sudah bisa terpenuhi,” tuturnya. 

 

Kategori :