KKN Rasa Startup, Mahasiswa Unikaltar Bangun Desa Cerdas dan Produk Unggulan

KKN Rasa Startup, Mahasiswa Unikaltar Bangun Desa Cerdas dan Produk Unggulan

Sebanyak 122 mahasiswa resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2025 dengan misi besar: membangun desa cerdas dan menciptakan produk unggulan berbasis potensi lokal.--YouTube Universitas Kaltara

BULUNGAN, DISWAY.ID - Universitas Kaltara (Unikaltar) kembali membuat gebrakan!

Sebanyak 122 mahasiswa resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2025 dengan misi besar: membangun desa cerdas dan menciptakan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Dengan mengusung tema “Penguatan Potensi Lokal dan Digitalisasi Berbasis Sistem Informasi Desa (SID) dalam Mewujudkan One Village One Product (OVOP)”, KKN tahun ini tak ubahnya seperti sebuah proyek startup sosial.

Mahasiswa dari lima fakultas dan delapan program studi bersinergi untuk mewujudkan inovasi nyata di 10 desa kawasan Kayan, Kabupaten Bulungan.

BACA JUGA:Pendaftaran Universitas Kaltara Masih Dibuka hingga 9 Agustus 2025, Ini Cara Lengkap Daftarnya

Kolaborasi Kuat Unikaltar dan Pemkab Bulungan

Dalam sambutannya, Ketua Panitia KKN-PPM, Fitrah Pangerang, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Harapannya, tahun-tahun mendatang kita dapat terus bekerja sama dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa KKN-PPM 2025 dirancang untuk mendorong program One Village One Product (OVOP), membangun Sistem Informasi Desa (SID), dan mengembangkan rencana produk lokal unggulan di setiap desa. 

Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Adwin R. Masoang, S.STP., memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami yakin kegiatan KKN ini tidak hanya baik untuk mahasiswa, tetapi juga sangat bermanfaat bagi desa-desa lokus KKN-PPM 2025,” katanya.

Ia menambahkan bahwa OVOP dan digitalisasi desa merupakan program prioritas daerah, dan kehadiran mahasiswa menjadi penggerak penting dalam upaya tersebut.

BACA JUGA:Pernyataan Kuasa Hukum Keluarga Ibu Rosnati Syech Terkait Perselisihan Universitas Malahayati

KKN: Lebih dari Sekadar Tugas Akademik

Wakil Rektor Bidang Akademik, Ar. Sholehah, M.T., I.A.I., menyampaikan bahwa KKN bukan hanya soal tugas kampus, tapi sebuah panggilan jiwa bagi mahasiswa untuk mengabdi dan menerapkan ilmu di tengah masyarakat.

“Desa bukan hanya objek, tetapi subjek pembangunan. Potensi desa adalah kekuatan inovasi dan masa depan bangsa,” tegasnya.

Sumber: