Info Beasiswa, Kemdiktisaintek Buka Akses Beasiswa Rusia bagi Mahasiswa RI
Tips untuk mahasiswa kelola keuangan--freepik
KALTARA, DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Federasi Rusia memperkuat kerja sama pendidikan tinggi melalui optimalisasi pemanfaatan beasiswa Pemerintah Rusia bagi mahasiswa Indonesia, khususnya pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan energi nuklir, Senin (22/12).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses studi luar negeri sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, Atase Kedutaan Besar Federasi Rusia di Republik Indonesia, Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov, serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki.
BACA JUGA:Cerita 59 Penerima Beasiswa ADik 2025, Anak Muda Wilayah 3T Berkesempatan Kuliah di PTN
Wamen Stella menyambut baik komitmen Pemerintah Rusia dalam memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia unggul.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Ini selaras dengan visi Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wamen Stella.
Wamendiktisaintek menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan pada minat semata, melainkan pada diseminasi informasi yang belum menjangkau seluruh calon mahasiswa potensial, terutama mahasiswa STEM.
BACA JUGA:Siap-Siap! Ada Beasiswa Pra-Doktoral bagi Perguruan Tinggi 3T dan Daerah Afirmasi
“Masalah utama yang kami hadapi adalah bottleneck informasi. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui peluang ini, atau yang mendaftar justru bukan dari latar belakang STEM. Karena itu, kami akan memperkuat penyebaran informasi secara lebih terarah dan sistematis,” tambah Wamen Stella.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Tolchenov, menyampaikan bahwa kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun lalu Indonesia mendapatkan kuota 250 beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 kuota tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi jika seluruh kuota ini dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dubes Sergei.
BACA JUGA:Dana Abadi Beasiswa LPDP 2025 Capai Rp154 Triliun Tapi Indonesia Masih Tertinggal, Ini Penyebabnya
Ia menjelaskan bahwa beasiswa tersebut mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktor, dengan komposisi sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 magister, dan 20 doktoral.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme tinggi, dengan ribuan calon mahasiswa Indonesia yang telah mendaftar.
Sumber: