Diusir dari Lingkungan Kerajaan, Kontroversial Pangeran Andrew akibat Skandal Jeffrey Epstein
Prince Andrew resmi didepak dari kerajaan usai skandal bersama dengan Jeffrey Epstein--cosmopolitan
KALTARA, DISWAY.ID - Perjalanan hidup Pangeran Andrew mengalami perubahan drastis dalam satu dekade terakhir. Sebagai putra dari Ratu Elizabeth II dan adik Raja Charles III, Pangeran Andrew tumbuh dalam lingkungan istana dengan berbagai hak istimewa, kehormatan, dan peran penting dalam struktur monarki Inggris.
Selama bertahun-tahun, Pangeran Andrew dikenal sebagai sosok bangsawan yang aktif mewakili kerajaan dalam berbagai kegiatan resmi, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Namun citra tersebut runtuh seketika seiring dengan mencuatnya hubungan di antara Pangeran Andrew dengan Jeffrey Epstein, seorang terpidana kasus kejahatan seksual yang menyeret banyak nama besar.
Sorotan media global, tekanan publik, serta tuntutan transparansi membuat posisi Pangeran Andrew terpojok. Hingga akhirnya pihak istana mengambil langkah tegas dengan mencabut gelar dan hak kehormatan yang melekat padanya, sekaligus menjadi simbol bagaimana skandal dapat mengguncang institusi yang selama ini dianggap tida tersentuh.
BACA JUGA:Trailer Perdana Boyfriend on Demand Telah Rilis! Jisoo dan Seo In Guk Hadirkan Romansa di Netflix
Andrew Mountbatten Windsor lahir pada 1960 sebagai anak bungsu dari Queen Elizabeth II dan Prince Philip. Selama puluhan tahun dirinya dikenal sebagai Prince Andrew, duke of York dan His Royal Highness, sebuah gelar yang sudah melekat dengannya sejak lahir karena merupakan saudara dari pewaris takhta Britania.
Namun nama dan statusnya berubah secara drastis dalam beberapa tahun terakhir setelah hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual terkemuka, Jeffrey Epstein mulai dipublikasikan secara luas.
Pangeran Andrew pertama kali menghadapi sorotan internasional besar pada tahun 2019 ketika dirinya diwawancarai oleh media besar untuk membantah tuduhan pelecehaan seksual yang dilontarkan oleh Virginia Giuffre yang merupakan salah satu korban dari Jeffrey Epstein.
Wawancara itu mendapatkan kritik luas karena dianggap tidak meyakinkan dan hanya untuk merusak citra keluarga kerajaan. Kasus tersebut makin menguat ketika dokumen baru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS memunculkan banyak bukti mengenai hubungan antara Andrew dan Jeffrey Epstein.
Beberapa berkas yang terkait adalah email dan foto, serta indikasi bahwa Pangeran Andrew tetap berhubungan dengan Epstein setelah penangkapan dan hukumannya berjalan. Tuduhan ini bahkan mengundang perhatian dari Kepolisian Inggris yang kini menilai kemungkinan pelanggaran serius terkait dengan informasi sensitif yang dibagikan oleh Andrew kepada Epstein.
BACA JUGA:Trailer The Devil Wears Prada 2 Telah Hadir, Siap Ungkap Dunia Fashion 2026
Skandal ini terus mencuat dan memperburu tekanan publik terhadap monarki, bahkan memaksa anggota senior lain seperti Prince William dan Kate Middleton untuk segera mengeluarkan pernyataan peduli terhadap para korban Epstein.
Lalu sebagai respons terhadap tekanan yang terus meningkat, Buckingham Palace mengumumkan secara resmi bahwa King Charles III memulai proses pencabutan semua style, titles, dan honours yang selama ini disandangkan kepada Andrew.
Perubahan ini mencakup hilangnya gelar Prince, His Royal Highness, dan berbagai kehormatan lainnya. Saat ini dirinya dikenal sebagai Andrew Mounbatten Windsor tanpa adanya gelar kerajaan.
Surat resmi yang sudah dicatakan di The Gazette menegaskan bahwa Andrew tidak lagi berhak memakai gelar kerajaan atau gaya kehormatan yang semulanya dimiliki sejak lahir.
Sumber: