7 Khasiat Bawang Putih yang Sering Dibicarakan, Mana Mitos dan Mana yang Terbukti?

Kamis 27-08-2026,20:21 WIB
Reporter : Nindya Previaputri
Editor : Nindya Previaputri

BACA JUGA:Gen Z Dinilai Kurang Ambisius di Dunia Kerja, Benarkah Hanya Stereotip atau Memang Terjadi Perubahan Prioritas

4. Bawang putih mentah lebih berkhasiat daripada bawang putih matang

Tidak sesederhana itu. Bawang putih mengandung berbagai senyawa yang berhubungan dengan aktivitas biologisnya, sehingga cara pengolahan dapat memengaruhi komponen tertentu.

Namun, anggapan bahwa bawang putih harus selalu dimakan mentah agar mendapatkan manfaat kesehatan tidak memiliki dasar yang cukup untuk dijadikan aturan umum. Bawang putih tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

5. Menempelkan bawang putih di telapak kaki bisa menyembuhkan demam

Mitos. Praktik menempelkan atau mengoleskan bawang putih mentah pada kaki memang termasuk pengobatan rumahan yang pernah digunakan untuk mengatasi demam. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa cara tersebut dapat menyembuhkan demam.

Yang lebih mengkhawatirkan, bawang putih mentah yang ditempelkan langsung pada kulit dalam waktu tertentu justru dapat menyebabkan iritasi hingga luka bakar kimia. Kasus luka bakar akibat penggunaan bawang putih mentah pada kaki sebagai pengobatan rumahan bahkan telah dilaporkan dalam literatur medis.

6. Mengoleskan bawang putih pada jerawat bisa membuatnya cepat sembuh

Mitos dan sebaiknya dihindari. Karena bawang putih memiliki senyawa yang menunjukkan aktivitas antimikroba dalam penelitian tertentu, muncul anggapan bahwa bawang putih mentah bisa digunakan langsung untuk mengatasi jerawat atau masalah kulit lainnya.

Padahal, mengoleskan bawang putih mentah pada kulit dapat menyebabkan dermatitis iritan, lepuhan, bahkan luka bakar kimia. Sejumlah laporan medis menunjukkan bahwa penggunaan bawang putih secara langsung pada kulit dapat menimbulkan reaksi yang cukup serius.

7. Bawang putih tidak punya manfaat kesehatan sama sekali

Ini juga tidak tepat. Di tengah banyaknya mitos mengenai bawang putih, bukan berarti bahan makanan tersebut tidak memiliki potensi manfaat.

Penelitian menunjukkan bahwa suplemen bawang putih mungkin memberikan penurunan kecil terhadap kadar kolesterol total dan LDL pada orang dengan kolesterol tinggi. Beberapa penelitian juga menemukan kemungkinan efek terhadap tekanan darah dan gula darah, meskipun manfaatnya tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis.

BACA JUGA:7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Ginjal dan Masih Sering Dilakukan, Nomor 3 Dianggap Sepele

Pada akhirnya, bawang putih tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, khasiatnya sebaiknya tidak dibesar-besarkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Terlebih, penggunaan bawang putih mentah secara langsung pada kulit justru dapat menimbulkan risiko iritasi dan luka bakar.

Jadi, dari berbagai mitos yang beredar, ada beberapa klaim yang memiliki sedikit dasar penelitian, tetapi banyak pula yang belum terbukti. Mengonsumsi bawang putih sebagai bagian dari makanan sehari-hari tentu berbeda dengan menjadikannya sebagai pengobatan utama.

Kategori :