Pengusaha Makan Bergizi Gratis Minta Dapur SPPG Tetap Beroperasi Selama Libur Sekolah

Jumat 19-06-2026,17:52 WIB
Reporter : Nindya Previaputri
Editor : Nindya Previaputri

KALTARA, DISWAY.ID - Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan setelah GAPEMBI menyatakan keberatan terhadap wacana penghentian sementara operasional SPPG selama masa libur sekolah.

Menurut GAPEMBI, keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis penting untuk menjaga aktivitas SPPG yang saat ini banyak dijalankan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain itu, SPPG yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis disebut masih membutuhkan kesinambungan operasional karena sebagian mitra yang tergabung dalam GAPEMBI belum sepenuhnya memperoleh pengembalian modal.

Penolakan yang disampaikan GAPEMBI juga didasari kekhawatiran bahwa penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis dapat berdampak pada tenaga kerja dan pemasok bahan baku yang selama ini mendukung operasional SPPG di berbagai daerah.

BACA JUGA:Distribusi Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Negara Berpotensi Hemat Lebih dari Rp3 Triliun

Wacana penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah mendapat penolakan dari Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI). Organisasi yang menaungi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap pelaku usaha, tenaga kerja, hingga rantai pasok bahan pangan yang selama ini terlibat dalam program tersebut.

GAPEMBI menyampaikan bahwa sebagian besar pengusaha yang mengelola dapur MBG merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk membangun dan mengoperasikan dapur MBG, sehingga penghentian sementara selama masa libur sekolah dinilai dapat menghambat proses pengembalian modal yang telah ditanamkan.

Menurut organisasi tersebut, banyak mitra SPPG yang masih berada dalam tahap awal operasional dan belum mencapai titik impas. Karena itu, keberlangsungan aktivitas dapur dianggap penting agar roda usaha tetap berjalan dan biaya operasional dapat tertutupi.

Selain berdampak pada pelaku usaha, penghentian sementara program juga dikhawatirkan memengaruhi para pekerja yang terlibat di dapur MBG. Relawan dan tenaga pendukung yang selama ini membantu operasional SPPG berpotensi tidak memperoleh pendapatan apabila kegiatan distribusi makanan dihentikan selama masa libur sekolah.

Tidak hanya itu, penghentian sementara juga dipandang dapat memberikan efek berantai terhadap para pemasok bahan baku. Selama ini, kebutuhan dapur MBG turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha penyedia bahan pangan lainnya. Apabila operasional dapur dihentikan, permintaan terhadap bahan baku diperkirakan akan ikut menurun.

BACA JUGA:Jam Malam Pelajar di Tana Tidung Diperketat, Satpol PP Gencarkan Patroli dan Tingkatkan Langkah Penindakan

GAPEMBI pun menolak usulan moratorium atau penghentian sementara operasional dapur MBG. Organisasi tersebut meminta agar SPPG tetap beroperasi selama periode libur sekolah sehingga keberlangsungan usaha dan ekosistem yang telah terbentuk dapat terus terjaga.

Menurut GAPEMBI, keberadaan program MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga telah menciptakan mata rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Oleh sebab itu, kebijakan penghentian sementara dinilai perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada program tersebut.

Di sisi lain, penghentian sementara operasional MBG selama masa libur sekolah disebut berkaitan dengan agenda audit terhadap seluruh SPPG. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah.

Meski demikian, para pengusaha yang tergabung dalam GAPEMBI berharap proses evaluasi dapat dilakukan tanpa harus menghentikan aktivitas dapur secara menyeluruh. Mereka menilai keberlanjutan operasional akan membantu menjaga stabilitas usaha, mempertahankan tenaga kerja, serta memastikan hubungan dengan para pemasok bahan baku tetap berjalan.

Perdebatan mengenai operasional MBG selama masa libur sekolah pun menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah upaya memperkuat pelaksanaan program tersebut, pelaku usaha berharap kebijakan yang diambil nantinya mampu menjaga keseimbangan antara aspek pengawasan dan keberlangsungan ekosistem ekonomi yang telah terbentuk di sekitar program Makan Bergizi Gratis.

Kategori :