Tak Hanya Tarakan, SPPG di Nunukan Juga Dihentikan Sementara

Tak Hanya Tarakan, SPPG di Nunukan Juga Dihentikan Sementara

SPPG di Kalimantan Utara menjadi sorotan publik karena tidak lagi beroperasi di beberapa wilayah seperti Tarakan dan Nunukan--Badan Gizi Nasional

KALTARA, DISWAY.ID - Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Utara menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa puluhan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi beroperasi di beberapa wilayah seperti Tarakan dan Nunukan.

Kota Tarakan bahkan disebut sebagai daerah dengan jumlah SPPG terdampak paling banyak, memunculkan pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur serta pengelolaan fasilitas pendukung program gizi nasional tersebut. Di sisi lain, langkah yang diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara operasional ini dinilai sebagai bagian dari upaya evaluasi menyeluruh, khususnya dalam memastikan standar sanitasi, kebersihan dapur, serta pengelolaan limbah yang sesuai dengan ketentuan kesehatan.

Situasi ini pun menjadi perhatian karena program SPPG memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sehingga setiap kendala yang terjadi di lapangan, baik teknis maupun non-teknis, berpotensi berdampak pada keberlanjutan distribusi layanan tersebut di Kalimantan Utara.

BACA JUGA:Pemprov Kaltara Salurkan Jagung Subsidi, Solusi Atasi Harga Pakan Ternak yang Mahal

Operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Utara (Kaltara) terpaksa dihentikan sementara. Kondisi ini terjadi akibat berbagai kendala, terutama terkait pengelolaan limbah dan standar sanitasi yang belum terpenuhi.

Di Kota Tarakan, setidaknya sembilan SPPG dilaporkan tidak beroperasi untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah evaluasi guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Tak hanya di Tarakan, penghentian operasional juga terjadi di wilayah lain di Kaltara. Secara keseluruhan, terdapat puluhan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak. Dari jumlah tersebut, Tarakan menjadi daerah dengan jumlah penghentian terbanyak.

Sementara itu, di Kabupaten Nunukan, empat SPPG juga mengalami penghentian sementara. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan penertiban dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN menegaskan bahwa keputusan penghentian operasional ini bersifat sementara dan bertujuan untuk melakukan pembenahan. Fokus utama perbaikan mencakup sistem pengelolaan limbah, kebersihan dapur, serta pemenuhan standar sanitasi yang menjadi syarat utama dalam operasional SPPG.

BACA JUGA:Update 3 TNI Gugur di Lebanon: Jenazah Tiba di Tanah Air 4 April 2026

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan sesuai standar kesehatan. BGN juga berkomitmen untuk segera mengaktifkan kembali SPPG yang telah memenuhi seluruh persyaratan.

Meski demikian, penghentian sementara ini diharapkan tidak mengganggu secara signifikan distribusi program pemenuhan gizi di daerah. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi agar layanan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Sumber: