KALTARA, DISWAY.ID - Belakangan ini, penyakit campak kembali ramai dibicarakan. Banyak orang mulai mencari informasi karena kasusnya disebut meningkat di beberapa daerah. Namun di tengah banyaknya pembahasan tentang campak, masih banyak juga orang yang belum benar-benar memahami perbedaannya dengan cacar air.
Tidak sedikit yang mengira dua penyakit ini sama hanya karena sama-sama ditandai dengan ruam di kulit. Padahal campak dan cacar air adalah dua penyakit yang berbeda, baik dari gejala awal, bentuk ruam, maupun dampaknya bagi tubuh.
Oleh karena itu sangat penting untuk memahami perbedaan antara campak dan cacar air. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, risiko salah mengira kedua penyakit ini bisa dikurangi.
BACA JUGA:Jangan Dianggap Flu Biasa, Ini Gejala Awal Campak yang Mirip Flu
Belakangan ini, penyakit campak kembali ramai dibicarakan. Banyak orang mulai mencari informasi karena kasusnya disebut meningkat di beberapa daerah. Tapi di tengah banyaknya pembahasan tentang campak, masih ada satu hal yang sering membuat orang bingung, yaitu perbedaan antara campak dan cacar air.
Tidak sedikit orang yang mengira dua penyakit ini sama karena sama-sama ditandai dengan ruam di kulit. Padahal campak dan cacar air adalah dua penyakit yang berbeda, mulai dari penyebabnya, gejalanya, sampai bentuk ruam yang muncul di tubuh.
Salah satu perbedaan yang paling terlihat sebenarnya ada pada awal gejalanya. Campak biasanya dimulai dengan demam, batuk ringan, hidung tersumbat, dan mata merah. Gejala ini muncul lebih dulu sebelum ruam terlihat di kulit. Sementara itu, cacar air biasanya langsung ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil di kulit yang terasa gatal.
Bentuk ruamnya juga cukup berbeda. Pada campak, ruam biasanya berwarna merah dan muncul secara bertahap, dimulai dari wajah lalu menyebar ke leher dan bagian tubuh lainnya. Ruam campak juga tidak berisi cairan. Sedangkan pada cacar air, bintik yang muncul biasanya berisi cairan dan terasa sangat gatal, bahkan bisa pecah jika digaruk.
Selain itu, demam pada campak biasanya muncul lebih dulu sebelum ruam. Banyak orang yang awalnya mengira hanya terkena flu biasa karena gejalanya memang mirip. Baru setelah beberapa hari, ruam muncul dan orang mulai sadar bahwa itu bukan flu. Sementara pada cacar air, demam biasanya muncul bersamaan dengan bintik-bintik di kulit.
BACA JUGA:7 Cara Bertahan Hidup sebagai Sandwich Generation tanpa Mengorbankan Diri Sendiri
Perbedaan lain yang sering tidak disadari adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan. Campak biasanya membuat tubuh terasa sangat lemas dan tidak enak badan selama beberapa hari. Sedangkan pada cacar air, rasa gatal justru menjadi keluhan yang paling terasa.
Meskipun terlihat mirip, campak sebenarnya tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini bisa lebih berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama pada anak-anak. Karena itu, penting untuk tidak salah mengira campak sebagai cacar air atau sebaliknya.
Memahami perbedaan antara campak dan cacar air juga bisa membantu orang untuk lebih cepat mengenali gejala yang muncul. Semakin cepat dikenali, semakin besar kemungkinan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Pada akhirnya, dua penyakit ini memang sama-sama ditandai dengan ruam di kulit, tetapi bukan berarti keduanya sama. Dengan mengetahui perbedaannya, risiko salah mengira campak sebagai cacar air bisa dikurangi.