Masih Ada 6 Ribu Pengangguran di Tarakan, Lapangan Kerja Dinilai Belum Seimbang
Persoalan pengangguran Tarakan hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah karena jumlah pencari kerja di Tarakan terus bertambah setiap tahunnya--Magnific (Freepik)
KALTARA, DISWAY.ID - Persoalan pengangguran Tarakan hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah karena jumlah pencari kerja di Tarakan terus bertambah setiap tahunnya.
Kondisi pengangguran Tarakan diperparah dengan lapangan kerja yang dinilai belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja lokal secara optimal. Di sisi lain, banyak pencari kerja di Tarakan yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap akibat terbatasnya lowongan kerja dan tingginya persaingan di dunia kerja.
Pemerintah daerah pun terus mendorong perluasan lapangan kerja Tarakan melalui pelatihan keterampilan dan kerja sama dengan berbagai perusahaan guna menekan angka pengangguran Tarakan secara bertahap.
Jumlah pengangguran di Kota Tarakan masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Hingga saat ini, sekitar 6 ribu warga dilaporkan belum terserap ke dunia kerja di tengah kondisi lapangan kerja yang dinilai belum seimbang dengan jumlah pencari kerja.
Persoalan tersebut menunjukkan tantangan ketenagakerjaan di Tarakan masih cukup besar. Pertumbuhan lapangan pekerjaan dinilai belum mampu mengakomodasi jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun.
Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Tarakan menunjukkan pencari kerja yang tercatat setiap tahun rata-rata mencapai sekitar 1.500 orang. Namun jumlah tersebut disebut belum mencerminkan keseluruhan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan karena masih banyak warga yang tidak terdata secara administrasi.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan di Tarakan. Selain jumlah lowongan kerja yang terbatas, perusahaan juga memiliki kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan dan kualifikasi tertentu.
Tidak seluruh pencari kerja dinilai memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Hal itu membuat penyerapan tenaga kerja belum berjalan optimal meskipun sejumlah lowongan pekerjaan tetap tersedia.
BACA JUGA:Tekan Inflasi April 2026, Pemprov Lampung Sebar Ratusan Ribu Liter Minyakita Murah
Selain faktor kompetensi tenaga kerja, perkembangan sektor industri dan usaha di Tarakan juga dinilai belum cukup besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Akibatnya, persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi semakin ketat, terutama bagi lulusan baru yang baru memasuki dunia kerja.
Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program ketenagakerjaan. Sejumlah langkah yang dilakukan di antaranya pelaksanaan job fair, pelatihan keterampilan kerja, hingga kerja sama dengan perusahaan dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Pelatihan kerja dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Dengan peningkatan keterampilan, tenaga kerja lokal diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik saat memasuki pasar kerja.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong perusahaan untuk memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran secara bertahap.
Sumber: