Hari Pers Nasional 2026, Pers Didorong Tetap Kredibel di Era digital

Selasa 10-02-2026,22:41 WIB
Reporter : Nindya Previaputri
Editor : Nindya Previaputri

KALTARA, DISWAY.ID - Peringatan Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers di seluruh Indonesia untuk kembali meneguhkan peran strategisnya di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era media sosial yang memungkinkan siapa pun menyebarkan informasi secara instan, tantangan terhadap akurasi, kredibilitas, dan etika jurnalistik yang semakin besar. Melalui peringatan Hari Pers Nasional di tahun ini, pers didorong untuk terus menjaga profesionalisme dan independensi.

Selain itu komitmen dalam menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat sekaligus menjadi penopang utama demokrasi dan keterbukaan informasi publik.

BACA JUGA:Pemerintah Berlakukan WFA Saat Lebaran 2026, Upaya untuk Urai Kepadatan Arus Mudik

Peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh setiap 9 Februari dan di tahun ini mengangkat tema, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Hal ini menegaskan bahwa pers tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi, pilar keterbukaan informasi, serta bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) serta Kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) menyatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah jurnalistik modern.

Arus informasi kini dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh publik, tetapi bersamaan dengan itu muncul risiko adanya misinformasi dan hoaks yang justru semakin kompleks. Maka tanpa adanya kemitraan yang baik antara pemerintah dengan media, masyarakat akan kesulitan mendapatkan gambaran jelas tentang kebijakan publik dan program pembangunan yang sedang berjalan. Pada saat itulah peran pers menjadi sangat vital karena harus memberikan informasi yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Selain itu dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang berlangsung di Samarinda juga dikatakan bahwa hubungan yang terjadi antara pemerintah dan media bukan hanya sekedar formalitas semata, tetapi sebagai bentuk kebutuhan bersama demi menjaga arus informasi yang sehat kepada publik.

Meskipun informasi mengenai pemerintah sudah banyak beredar di akun-akun media sosial, tetapi masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami secara utuh capaian serta program yang sedang berjalan.

BACA JUGA:Perkuat Komitmen ESG Melalui Inkulisivitas, BTN Gelar Run For Disabilities

Selain dari sisi pemerintah, pandangan dari insan pers juga mendapat sorotan dalam peringatan HPN 2026. Duito Susanto selaku ketua bidang kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur, menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, pers harus tetap berpegang pada kepentingan publik.

Kategori :