5 Tradisi Budaya Emirat yang Wajib Diketahui Saat Berlibur ke Dubai

Minggu 21-12-2025,23:50 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

KALTARA, DISWAY.ID - Saat ini, semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang lebih dalam dan autentik.

Perjalanan bukan lagi hanya tentang melihat-lihat, tetapi juga tentang memahami cara hidup masyarakat lokal yang sesungguhnya.

Pergeseran ini menunjukkan adanya keinginan untuk terhubung dengan tradisi, sejarah, dan seni lokal secara lebih bermakna.

Dubai, dengan warisan sejarah dan situs budayanya, menjadi gerbang untuk memahami budaya Emirat.

BACA JUGA:Kementerian Kebudayaan Resmi Tetapkan 85 Cagar Budaya Nasional, Perkuat Upaya Pelestarian Budaya Bangsa

Bagi wisatawan yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal, memahami dasar tradisi dan budaya Emirat sangatlah penting. 

Lebih dari sekadar menjelajahi ikon kota, berikut adalah lima tradisi Emirat yang wajib diketahui setiap wisatawan agar dapat terhubung secara autentik dengan budaya setempat:

BACA JUGA:Bangun Budaya Literasi, DPK Nunukan Hadirkan Penulis Nasional di Workshop Menulis

Gahwa (Kopi Arab): Keramahan Sebagai Inti Kehidupan Masyarakat Emirat

Dalam budaya masyarakat Emirat, sambutan pertama sering kali datang bukan dengan kata-kata, melainkan dengan secangkir Gahwa, kopi Arab yang disajikan bersama kurma. Tuan rumah akan menuangkan kopi ini hanya setengah cangkir kecil (finjan), lalu segera mengisinya kembali setelah habis. Gestur ini bukan tentang kopinya, melainkan cara untuk menunjukkan perhatian dan rasa hormat kepada tamu.

Ada pula etika khusus di balik penyajiannya: ketika tamu merasa cukup, mereka hanya perlu menggoyangkan finjan kosong sebagai tanda penghormatan tanpa meminta tambahan lagi. Tradisi ini telah ada selama berabad-abad, mengubah secangkir kopi sederhana menjadi ungkapan kebesaran hati dan kehangatan.

BACA JUGA:Bersatu Lewat Permainan Rakyat: Disdikbud Kaltara Ajak Pelajar Hidupkan Budaya Lokal

Sapaan Hidung-ke-Hidung: Simbol Kepercayaan Antar Pria Emirat

Dalam budaya Emirat, rasa hormat kerap disampaikan melalui bahasa tubuh sebelum kata-kata. Meski berjabat tangan sudah lazim, pria Emirat secara tradisional menyapa satu sama lain dengan menyentuhkan hidung, sebuah kebiasaan yang dikenal sebagai khaishūm. Hal ini mencerminkan rasa saling percaya, kehormatan, dan kekeluargaan, terutama saat acara-acara penting dan perayaan.

Gestur ini mungkin terasa asing bagi wisatawan internasional, tetapi ini adalah simbol budaya yang mengakar kuat. Melihat dua pria yang menyapa dengan cara ini mengingatkan kita bahwa hubungan di Emirat dibangun atas dasar rasa hormat dan koneksi yang erat.

BACA JUGA:Meriah HUT Tanjung Selor dan Bulungan Dirayakan dengan Nuansa Budaya dan Kebersamaan

Keramahan Tanpa Batas adalah Ciri Khas Kehidupan di Emirat

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Emirat, keramahan lebih dari sekadar kesopanan, itu adalah nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Diundang untuk berbagi makanan atau duduk di Majlis (ruang pertemuan tradisional) dianggap sebagai kehormatan besar, mencerminkan kepercayaan, persahabatan, dan keterbukaan untuk menyambut seseorang ke dalam komunitas.

Kategori :