“Kami juga mengamati para peserta memiliki inisiatif pribadi untuk melakukan kegiatan, Mereka mampu mengekspresikan diri dan mengikuti kegiatan berkelompok sebagai ranah interaksi sosial, dan lebih percaya diri,” tutur Dhiya.
Ia dan tim berharap program ini dapat diteruskan dan menjadi inspirasi bagi yayasan dan komunitas serupa.
“Kami berharap yayasan atau komunitas lain dapat mengadopsi program ini sebagai salah satu pengobatan nonmedis yang dapat membantu penyembuhan kesehatan jiwa,” tambahnya