QRIS Bakal Berlaku di China Mulai Mei 2026, BI Perluas Transaksi Global
QRIS akan segera hadir di China pada bulan Mei 2026--QRIS
KALTARA, DISWAY.ID - Perkembangan sistem pembayaran digital semakin mengarah pada integrasi lintas negara yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di berbagai belahan dunia. Indonesia melalui Bank Indonesia terus mendorong inovasi di sektor ini, salah satunya dengan memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke pasar internasional.
Setelah menjalin konektivitas dengan sejumlah negara di Asia, kini QRIS dikabarkan akan segera hadir di China mulai Mei 2026. Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global, sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam melakukan transaksi tanpa batas negara.
Maka dengan rencana implementasi pada Mei 2026, kehadiran QRIS di China menjadi langkah strategis dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital Indonesia di kancah global. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di era ekonomi digital yang semakin terintegrasi.
BACA JUGA:Pasca Lebaran 2026, Harga Pangan Berubah: Stabil di Data, Terasa Naik di Lapangan
Pembayaran digital lintas negara terus mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi global yang praktis dan cepat. Indonesia melalui Bank Indonesia kembali memperluas jangkauan sistem pembayaran nasional dengan mendorong penggunaan QRIS di luar negeri. Setelah sebelumnya terhubung dengan beberapa negara di Asia, kini QRIS dikabarkan akan segera bisa digunakan di China mulai Mei 2026, membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi internasional secara lebih efisien.
Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di China dapat mulai berjalan pada Mei 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari kerja sama sistem pembayaran lintas negara antara Indonesia dan China yang saat ini terus dipersiapkan.
Langkah ini juga menjadi lanjutan dari ekspansi QRIS ke berbagai negara. Sebelumnya, sistem pembayaran berbasis kode QR ini telah lebih dulu terhubung dengan beberapa negara di kawasan Asia, termasuk Korea Selatan. Konektivitas ini memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan transaksi di luar negeri dengan lebih mudah tanpa harus bergantung pada uang tunai atau penukaran mata uang secara langsung.
Kerja sama antara Indonesia dan China dalam implementasi QRIS ini bertujuan untuk mempermudah transaksi wisatawan, pelaku bisnis, hingga UMKM yang terlibat dalam perdagangan lintas negara. Dengan adanya sistem pembayaran yang terintegrasi, pengguna cukup memindai kode QR untuk melakukan pembayaran, tanpa perlu menggunakan metode konvensional.
Selain memberikan kemudahan, penerapan QRIS di China juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperkuat ekosistem ekonomi digital kedua negara. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran nasional sekaligus memperluas penerimaan QRIS di pasar internasional.
BACA JUGA:Pemprov Kaltara Salurkan Jagung Subsidi, Solusi Atasi Harga Pakan Ternak yang Mahal
Tidak hanya itu, integrasi ini juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Wisatawan Indonesia yang berkunjung ke China nantinya dapat melakukan pembayaran dengan lebih praktis menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah terhubung dengan QRIS. Begitu pula wisatawan asal China yang datang ke Indonesia, diharapkan dapat merasakan kemudahan serupa.
Meski demikian, implementasi penuh masih menunggu kesiapan teknis dan koordinasi antara otoritas kedua negara. Bank Indonesia bersama mitra di China terus melakukan persiapan agar sistem ini dapat berjalan dengan lancar saat resmi diluncurkan.
Sumber: