Mengenal El Nino ‘Godzilla’, Fenomena Cuaca Ekstrem yang Diprediksi akan Melanda Indonesia 2026

Mengenal El Nino ‘Godzilla’, Fenomena Cuaca Ekstrem yang Diprediksi akan Melanda Indonesia 2026

Penjelasan mengenai El Nino 'Godzilla' yang diprediksi akan melanda Indonesia--X (Twitter)

KALTARA, DISWAY.ID - Perubahan cuaca yang terasa semakin tidak menentu belakangan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari dinamika iklim global yang terus bergerak yang biasa dikenal dengan El Nino.

Namun di tengah kondisi tersebut, terdapat istilah yang cukup mencuri perhatian publik, yakni El Nino “Godzilla”, sebuah fenomena yang disebut-sebut memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan siklus El Nino biasa.

Prediksi kemunculannya pada tahun 2026 pun mulai menjadi sorotan, terutama karena dampaknya yang berpotensi meluas ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari lingkungan hingga ekonomi. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan El Nino “Godzilla”, dan mengapa fenomena ini dianggap begitu mengkhawatirkan?

BACA JUGA:Ketua BAZNAS Tarakan Bergilir Setiap Tahunnya, Ini Penjelasannya!

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Dalam kondisi normal, angin pasat membawa air hangat ke arah barat, namun saat El Nino terjadi, pola ini melemah sehingga suhu laut meningkat di wilayah tertentu.

Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat. Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya dan dikenal membawa dampak ekstrem, seperti kemarau panjang, penurunan curah hujan, hingga gangguan pada ekosistem.

Sejumlah lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), telah memberikan peringatan terkait potensi kemunculan El Nino kuat pada tahun 2026. Bahkan, beberapa prediksi menyebutkan puncaknya bisa terjadi sekitar pertengahan tahun, dengan dampak yang mulai terasa sejak beberapa bulan sebelumnya.

Dampak utama dari El Nino biasanya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini berpotensi menyebabkan kekeringan, menurunnya debit air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, fenomena ini juga dapat memengaruhi sektor pertanian, terutama pada tanaman yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Produksi pangan bisa terganggu apabila kondisi kekeringan berlangsung dalam waktu lama.

BACA JUGA:Dirjen Imigrasi Baru Hendarsam Marantoko Tegaskan “Imigrasi untuk Rakyat”, Ini 4 Fokus Utamanya!

Dengan potensi dampak yang cukup luas, masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah antisipasi. Pemahaman terhadap fenomena ini menjadi penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi.

Sumber:

Berita Terkait