SEJIWA 119 ext. 8, Layanan Bantuan Kesehatan Mental untuk Mencegah Krisis Mental

SEJIWA 119 ext. 8, Layanan Bantuan Kesehatan Mental untuk Mencegah Krisis Mental

Layanan kesehatan mental di Indonesia SEJIWA 119 ext. 8--freepik

KALTARA, DISWAY.ID - Peristiwa meninggalnya seorang anak Sekolah Dasar menjadi perhatian publik terhadap isu kesehatan mental, khususnya pada kelompok usia yang kerap dianggap belum rentan.

Di tengahnya gelombang empati dan perbincangan di ruang publik, satu pertanyaan kerap muncul secara berulang, ke mana masyarakat seharusnya mencari bantuan ketika tanda-tanda krisis psikologi mulai terlihat?

Di Indonesia sebenarnya telah tersedia layanan dukungan untuk kesehatan mental nasional yang bisa diakses secara gratis, yakni SEJIWA 119 ext. 8 tetapi sayangnya masih banyak yang belum tahu dan kerap baru disebut setelah tragedi terjadi.

BACA JUGA:Mengapa Februari Kadang 28, Kadang 29 Hari?

Setiap kali kasus kesehatan mental menjadi sorotan, perhatian publik sering berfokus pada kronologi dan dugaan penyebab. Padahal dalam perspektif pencegahan yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mengetahui jalur bantuan yang tersedia.

Kesehatan mental, terutama pada anak merupakan isu yang kompleks dan melibatkan banyak faktor sekaligus membutuhkan penanganan yang berlapis, mulai dari keluarga, sekolah hingga dukungan profesional.

SEJIWA 119 ext. 8 merupakan sebuah layanan dukungan kesehatan mental yang disediakan oleh pemerintah sebagai bagian dari sistem layanan darurat nasional. Layanan ini dapat diakses melalui panggilan telepon dan ditujukan untuk memberikan dukungan awal bagi individu yang mengalami tekanan psikologis, kecemasan berat, atau kondisi krisis.

SEJIWA bersifat gratis dan menjaga kerahasiaan, serta dapat dihubungi oleh siapa pun, termasuk orang tua, maupun masyarakat yang melihat hadirnya tanda-tanda gangguan psikologis pada anak atau orang di sekitarnya.

Keberadaan SEJIWA menjadi penting karena anak-anak sering kali belum mampu mengekspresikan beban psikologis yang mereka rasakan. Perubahan perilaku, penurunan minat belajar, menarik diri dari lingkungan sosial, atau adanya perubahan emosi yang drastis kerap menjadi sinyal awal yang luput dari perhatian.

BACA JUGA:Dari Perhatian Berlebihan hingga Pengabaian, Memahami Pola Love Bombing

Meski demikian, tantangan tersebesar dari layanan ini adalah rendahnya tingkat pengetahuan publik. Banyak masyarakat baru yang mengetahui SEJIWA setelah membaca pemberitaan atau unggahan media sosial terkait dengan tragedi tertentu.

Sekaligus minimnya sosialisasi, stigma masyarakat terhadap kesehatan mental, serta anggapan mengenai kesehatan mental bukan prioritas masih menjadi faktor utama penghambat pemanfaatan layanan ini secara optimal.

Sumber: