Pemprov Kalimantan Utara Matangkan Rencana Pembangunan Jalan di Perbatasan Apau Kayan

Pemprov Kalimantan Utara Matangkan Rencana Pembangunan Jalan di Perbatasan Apau Kayan

Pemprov Kaltara mulai memfokuskan perhatian pada upaya membuka keterisolasian wilayah perbatasan dengan pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Apau Kayan--Diskominfo Kaltara

KALTARA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini mulai memfokuskan perhatian pada upaya membuka keterisolasian wilayah perbatasan dengan menyusun rencana pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau.

Kawasan Apau Kayan yang memang berbatasan langsung dengan negara tetangga selama bertahun-tahun ini dikenal memiliki keterbatasan akan akses darat, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok sering kali terkendala.

Maka dari itu, melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, pemerintah daerah kini memasuki tahap awal perencanaan sebagai fondasi sebelum pembangunan fisik dilakukan, sekaligus menekankan komitmen pemerintah provinsi untuk bisa menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar provinsi.

BACA JUGA:Pemprov Kaltara Luruskan Isu Desa Nunukan Masuk Malaysia, Tegaskan Tidak Ada Wilayah yang Hilang

Pemprov Kalimantan Utara telah memulai tahapan awal kerja untuk perencanaan pembangunan infrastruktur jalan yang strategis di Kawasan Perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Hal ini disampaikan melalui agenda rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala di ruang rapat Wakil Gubernur pada 23-24 Januari 2026.

Dilansir dari Diskominfo Kaltara, rapat ini menjadi momentum penting untuk mengurai kendala aksesbilitas di salah satu kawasan paling terluar dan terisolasi di provinsi tersebut, sekaligus menyusun rancangan yang komprehensif sebagai pijakan sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Wakil Gubernur Kalimantan Utara dalam pernyataannya menegaskan bahwa Apau Kayan yang berada tepat di perbatasan negara, memiliki posisi strategis sekaligus potensi besar untuk pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, dan energi yang terbarukan.

Maka dari itu, pembukaan dan pembangunan jalan tidak sekedar soal infrastruktur, tetapi juga pendorong kesejahteraan masyarakat lokal. Rencana pembangunan tersebut mencakup lima ruas jalan utama di kawasan perbatasan, di antaranya adalah Jalan Sei Jelarai-Sei Tebuhuk-Sei Kihan, dan Jalan Sei Jelarai-Desa Long Payau-Long Ampung di wilayah Kecamatan Kayan Hulu.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kaltara juga mengusulkan pembangunan di beberapa titik lain, termasuk rute yang menghubungkan desa-desa terpencil serta batas provinsi untuk menuju ke Kailimantan Timur.

BACA JUGA:Dorong Daya Saing Pati Ubi Kayu Nasional, Kemenperin Satukan Produsen dan Industri Pengguna

Pemerintah daerah berharap bahwa infrastruktur ini akan mampu memperpendek jarak di antara wilayahnya, sekaligus dapat membuka akses desa yang selama ini terputus, serta mendukung rencana Daerah Otonomi Baru (ODB) Apau Kayan yang tengah didorong di level kabupaten maupun provinsi.

Sejumlah pihak termasuk para masyarakat yang tinggal di perbatasan juga selama ini telah menyuarakan kebutuhan akses darat yang layak, mengingat kondisi jalan saat ini di beberapa titik masih sangat memprihatinkan dan kerap mengalami kerusakan berat ketika musim hujan tiba.

Pemprov Kaltara menyadari bahwa sebagian ruas jalan yang direncanakan berada di kawasan hutan lindung, sehingga diperlukannya kajian teknis dan koordinasi lintas instansi termasuk Dinas Kehutanan, sebelum proses pembangunan dapat dilaksanakan secara nyata.

Sumber: