KALTARA, DISWAY.ID - Menyimpan pisang dan apel dalam satu keranjang mungkin terlihat praktis dan tidak menimbulkan masalah. Namun, kebiasaan yang dilakukan banyak orang ini ternyata dapat memengaruhi kesegaran buah lebih cepat dari yang dibayangkan.
Di balik proses pematangan buah, terdapat peran gas etilen yang secara alami diproduksi oleh beberapa jenis buah selama masa penyimpanan. Ketika kadar gas tersebut meningkat di sekitar buah, proses perubahan warna, tekstur, dan rasa dapat berlangsung lebih cepat. Akibatnya, buah yang seharusnya masih dapat bertahan beberapa hari justru menjadi terlalu matang dalam waktu singkat. Kondisi ini sering kali membuat buah kehilangan kualitas terbaiknya sebelum sempat dikonsumsi.
Tidak sedikit orang yang akhirnya membuang buah karena sudah terlalu lembek atau mulai membusuk tanpa mengetahui penyebab utamanya. Padahal, dengan memahami cara kerja gas alami tersebut dan menerapkan teknik penyimpanan yang tepat, kesegaran buah dapat dipertahankan lebih lama. Lalu bagaimana cara menyimpannya agar tetap awet? Berikut penjelasannya.
BACA JUGA:Manfaat Minyak Kemiri untuk Rambut dan Alis, Masih Jadi Favorit Perawatan Alami
Tidak semua buah memiliki respons yang sama terhadap gas etilen. Beberapa jenis buah dan sayuran sangat sensitif terhadap gas ini sehingga kualitasnya bisa menurun lebih cepat ketika disimpan berdekatan dengan penghasil etilen seperti pisang dan apel.
Stroberi misalnya, dapat menjadi lebih cepat lembek dan kehilangan kesegarannya. Sayuran hijau seperti brokoli, selada, dan bayam juga cenderung lebih cepat menguning ketika terpapar etilen dalam jumlah tinggi. Timun bahkan dapat mengalami perubahan rasa dan tekstur apabila terlalu lama berada di dekat buah penghasil etilen.
Karena itu, banyak ahli penyimpanan pangan menyarankan untuk memisahkan kelompok buah penghasil etilen dengan buah maupun sayuran yang sensitif terhadap gas tersebut. Cara sederhana ini dapat membantu memperpanjang masa simpan bahan makanan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Kesalahan Penyimpanan Buah yang Masih Sering Dilakukan
Selain menyimpan pisang dan apel dalam satu wadah, terdapat beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan masyarakat saat menyimpan buah.
Salah satunya adalah langsung memasukkan semua buah ke dalam kulkas. Padahal, beberapa buah tropis seperti pisang, mangga, dan alpukat justru lebih baik disimpan pada suhu ruangan hingga matang sempurna. Menyimpan buah-buahan tersebut di dalam kulkas sebelum matang dapat memengaruhi tekstur dan cita rasanya.
BACA JUGA:Cara Menurunkan Kolesterol Setelah Kebanyakan Makan Daging Kurban Saat Iduladha
Kesalahan lainnya adalah mencuci buah sebelum disimpan. Air yang tertinggal pada permukaan buah dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, buah sebaiknya dicuci sesaat sebelum dikonsumsi, bukan ketika baru dibeli.
Banyak orang juga membiarkan buah yang sudah terlalu matang tetap berada di dalam keranjang bersama buah lainnya. Kondisi ini dapat mempercepat pematangan buah di sekitarnya karena produksi etilen dari buah yang sangat matang biasanya lebih tinggi dibandingkan buah yang masih segar.
Cara Membuat Buah Tetap Segar Lebih Lama
Menjaga kesegaran buah sebenarnya tidak sulit jika mengetahui kebutuhan penyimpanannya. Pisang sebaiknya ditempatkan pada area yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Apel dapat disimpan di dalam laci khusus buah pada kulkas untuk membantu mempertahankan kerenyahannya.
Jika memiliki banyak buah di rumah, pisahkan berdasarkan tingkat kematangan. Buah yang sudah matang dapat ditempatkan pada lokasi berbeda dari buah yang masih mentah. Metode ini membantu mengurangi paparan etilen berlebih dan membuat seluruh stok buah tidak matang secara bersamaan.
Menggunakan wadah berlubang atau keranjang dengan ventilasi yang baik juga dapat membantu mengurangi penumpukan gas etilen di sekitar buah. Sirkulasi udara yang lancar membuat proses pematangan berlangsung lebih lambat dibandingkan wadah tertutup rapat.