Hal ini akan menimbulkan penyatuan pengalaman belanja dimana garis antara marketplace dan social commerce hampir hilang.
Platform media sosial akan memiliki kemampuan pemenuhan logistik yang lebih canggih, dan marketplace akan mengintegrasikan fitur content creation dan live stream yang lebih mulus.
"Semua platform berlomba menciptakan 'super-app commerce' dimana konsumen bisa menemukan, berinteraksi, dan menyelesaikan transaksi (termasuk logistik) dalam satu aplikasi," terang Aska terkait evolusi belanja daring di 2026.