Hadapi El Nino Ekstrem, 18 Regu Dishut Kaltara Disiagakan Cegah Karhutla

Hadapi El Nino Ekstrem, 18 Regu Dishut Kaltara Disiagakan Cegah Karhutla

Pemprov Kaltara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi El Nino dengan memperkuat pencegahan Karhutla Kaltara--Diskominfo Kaltara

KALTARA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi El Nino dengan memperkuat pencegahan Karhutla KALTARA melalui penyiagaan 18 regu Brigade Pengendalian Karhutla.

Kondisi El Nino yang dapat menyebabkan cuaca lebih panas dan kering membuat upaya pencegahan Karhutla Kaltara diperkuat dengan pengerahan 18 regu di lima kabupaten/kota.

Menghadapi ancaman El Nino, Dishut Kaltara juga terus mengantisipasi Karhutla Kaltara dengan memastikan 18 regu yang disiagakan dapat mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA:MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah, Gubernur Kaltara Dorong Kafilah Berikan Penampilan Terbaik

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di tengah ancaman cuaca panas dan kering akibat fenomena El Nino. Dinas Kehutanan Kaltara menyiagakan 18 regu Brigade Pengendalian Karhutla yang tersebar di lima kabupaten/kota.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Ekosistem Dishut Kaltara, Maryanto, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi El Nino. Fenomena tersebut dapat memicu kekeringan dan meningkatkan risiko munculnya titik panas atau hotspot.

Secara teknis, BMKG membagi El Nino menjadi tiga tingkatan, yakni lemah, moderat, dan kuat. Sementara itu, istilah El Nino Godzilla yang beredar di masyarakat merupakan sebutan publik untuk menggambarkan dampak El Nino yang sangat besar.

Kondisi El Nino dapat menyebabkan kemarau berlangsung lebih panjang, penurunan curah hujan, serta peningkatan suhu. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas dan berdampak terhadap ketersediaan air bersih, sekaligus memperluas risiko terjadinya Karhutla.

Sebagai langkah antisipasi, Dishut Kaltara telah menyiagakan 18 regu Brigade Pengendalian Karhutla. Dari jumlah tersebut, enam regu ditempatkan di Kabupaten Bulungan, sedangkan masing-masing tiga regu disiagakan di empat wilayah lainnya.

BACA JUGA:Pengawasan Hutan di Sembakung Atulai Diperkuat, Patroli Hutan Jadi Upaya Cegah Kerusakan Kawasan

Pencegahan Karhutla juga melibatkan masyarakat melalui keberadaan kelompok Masyarakat Peduli Api. Saat ini terdapat 60 kelompok MPA yang dibina oleh Dishut dan Kesatuan Pengelolaan Hutan di seluruh wilayah Kaltara.

Setiap kelompok MPA memiliki sekitar 15 anggota. Dengan jumlah tersebut, terdapat sekitar 900 personel MPA yang menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta penanganan awal apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing.

Selain mengoptimalkan personel pemerintah dan masyarakat, pencegahan Karhutla diperkuat melalui pengawasan terhadap pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan. Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Polri melakukan evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pengendalian Karhutla di perusahaan.

Penerapan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar juga menjadi bagian dari langkah pencegahan. Penerapan tersebut menjadi perhatian khusus bagi pemegang PBPH serta pemegang Hak Guna Usaha perkebunan kelapa sawit untuk mencegah penggunaan api dalam pembukaan maupun pengelolaan lahan yang dapat memicu kebakaran dan meluas ke kawasan sekitarnya.

Sumber:

Berita Terkait