Program Beasiswa Desa Cerdas Nunukan Didorong untuk Perluas Akses Pendidikan dan Tingkatkan Kualitas SDM
Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong peningkatan SDM masyarakat desa melalui Program Beasiswa Desa Cerdas--Berita Nunukan
KALTARA, DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong peningkatan SDM masyarakat desa melalui Program Beasiswa Desa Cerdas yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan bagi warga desa meningkatkan jenjang pendidikan di tengah kebutuhan penguatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan, sehingga Beasiswa Desa Cerdas Nunukan menjadi salah satu kebijakan yang dipersiapkan untuk mendukung pembangunan manusia secara berkelanjutan.
Melalui Program Beasiswa Desa Cerdas, pemerintah desa akan memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi masyarakat setempat serta perangkat desa yang memenuhi ketentuan, sementara Beasiswa Desa Cerdas Nunukan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat SDM masyarakat desa agar lebih mampu menghadapi kebutuhan pembangunan dan berbagai tantangan yang muncul di masing-masing wilayah Kabupaten Nunukan.
Kebijakan Beasiswa Desa Cerdas Nunukan tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2026 hingga 2030 dengan dukungan alokasi anggaran sebesar 10 persen dari pagu Dana Desa setiap tahun, sehingga Program Beasiswa Desa Cerdas diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan SDM masyarakat desa di Kabupaten Nunukan.
BACA JUGA:Polda Kaltara Intensifkan Patroli Karhutla, Water Cannon Dikerahkan dan Layanan 110 Dioptimalkan
Pemerintah Kabupaten Nunukan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa melalui Program Beasiswa Desa Cerdas yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Nunukan.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat desa terhadap pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dan perangkat desa dalam mendukung pembangunan. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kualitas manusia sebagai salah satu fondasi pembangunan desa.
Dalam petunjuk teknis Program Beasiswa Desa Cerdas, program ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa dalam menghadapi peluang dan tantangan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Nunukan menilai penguatan pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul, adaptif dan memiliki daya saing, sekaligus meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan berbasis inovasi.
Program Beasiswa Desa Cerdas memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa, memperkuat kapasitas dan profesionalisme perangkat desa serta mendorong terbentuknya generasi muda yang unggul. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia melalui aspek pendidikan dan penghasilan.
Salah satu kebijakan utama dalam program ini adalah pengalokasian anggaran yang bersumber dari APBDes masing-masing desa sebesar 10 persen dari pagu Dana Desa setiap tahun. Alokasi tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2026 hingga 2030, dengan kemungkinan dilakukan peninjauan kembali setelah periode tersebut.
BACA JUGA:Karhutla KM 12 Gunung Sari Bulungan Dipadamkan, Gubernur Kaltara Pastikan Penanganan
Kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pendidikan masyarakat di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data yang tercantum dalam petunjuk teknis, sebanyak 9,40 persen penduduk usia produktif berusia 18 hingga 65 tahun tercatat telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ketimpangan akses pendidikan juga menjadi salah satu perhatian, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah membuat penguatan akses pendidikan menjadi kebutuhan penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM desa.
Program ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi juga menyasar perangkat desa yang masih aktif. Peningkatan kapasitas perangkat desa diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan, termasuk dalam pengelolaan keuangan desa, digitalisasi layanan, ketahanan pangan, pengentasan stunting serta penerapan konsep smart village.
Penguatan SDM juga disesuaikan dengan karakteristik Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan. Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia, wilayah Kabudaya yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, serta kawasan Dataran Tinggi Krayan dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang berbeda membutuhkan peningkatan kapasitas SDM sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Sumber: