Profil Haji Isam dan Gurita Bisnis Jhonlin Group, dari Tambang Batu Bara hingga Industri Gula

Profil Haji Isam dan Gurita Bisnis Jhonlin Group, dari Tambang Batu Bara hingga Industri Gula

Profil Haji Isam dan semua usahanya--

KALTARA, DISWAY.ID - Nama Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad dikenal luas sebagai salah satu pengusaha asal Kalimantan Selatan yang membangun bisnis dari sektor pertambangan batu bara, tetapi perjalanan bisnis Haji Isam kini telah berkembang jauh melampaui bisnis tambang.

Namun saat ini namanya kembali memenuhi laman berita karena Haji Isam mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo untuk menangani permasalahan kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan, membuat masyarakat mencari tahu mengenai bisnis Haji Isam.

Melalui Jhonlin Group, bisnis Haji Isam berkembang menjadi jaringan usaha yang mencakup pertambangan, pelayaran dan logistik, penerbangan, perkebunan kelapa sawit, biodiesel, hingga industri gula dan biomassa.

BACA JUGA:Prabowo Beri Mandat Haji Isam Tangani Karhutla Kalsel, Langsung Turun Padamkan Api di Banjarbaru

Haji Isam dikenal sebagai pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan, yang perjalanan bisnisnya tidak langsung dimulai dari perusahaan besar. Sebelum membangun bisnis sendiri, ia disebut pernah menjalani sejumlah pekerjaan, termasuk menjadi sopir pengangkut kayu dan tukang ojek. Perkenalannya dengan dunia pertambangan kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan usahanya. Olenka - Pohon Bisnis Haji Isam dan Jhonlin Group

Berawal dari Bisnis Batu Bara

Bisnis pertambangan menjadi salah satu fondasi utama Jhonlin Group. Haji Isam diketahui mengembangkan usaha pertambangannya melalui PT Jhonlin Baratama, yang kemudian berkembang menjadi bagian dari kelompok usaha Jhonlin. Perusahaan tersebut bergerak dalam kegiatan yang berkaitan dengan pertambangan batu bara di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Dari sektor pertambangan, bisnis Jhonlin kemudian berkembang ke bidang yang masih berkaitan dengan rantai pasok komoditas. Salah satunya adalah sektor pelayaran dan logistik melalui perusahaan yang berada dalam jaringan Jhonlin. Bisnis transportasi laut tersebut mendukung kebutuhan pengangkutan hasil tambang dan aktivitas logistik lainnya.

Jhonlin juga memiliki bisnis transportasi udara melalui PT Jhonlin Air Transport. Perusahaan tersebut tercatat dalam data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan status operasi yang valid. Kehadiran bisnis penerbangan menjadi salah satu bentuk diversifikasi Jhonlin di luar sektor pertambangan.

Masuk ke Sawit dan Biodiesel

Ekspansi Jhonlin kemudian bergerak ke sektor agribisnis, terutama perkebunan dan industri kelapa sawit. Salah satu perusahaan yang terkait dengan sektor tersebut adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang menjalankan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Perusahaan ini juga telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2022.

Jhonlin Agro Raya tidak hanya bergerak pada perkebunan sawit. Perusahaan tersebut juga mengembangkan industri pengolahan yang menghasilkan sejumlah produk turunan kelapa sawit, termasuk bahan baku untuk industri biodiesel. Diversifikasi ini membuat bisnis Jhonlin berkembang dari sekadar produksi komoditas menjadi industri yang memiliki rantai pengolahan lebih terintegrasi.

Sektor biodiesel menjadi salah satu ekspansi besar kelompok usaha tersebut. Pada 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik minyak sawit dan biodiesel Jhonlin Group di Kalimantan Selatan. Investasi pada fasilitas tersebut memperlihatkan upaya kelompok usaha Jhonlin memperluas bisnis dari komoditas mentah menuju sektor energi dan produk turunannya.

BACA JUGA:Potensi Pertanian Makin Berkembang, Pemkab Nunukan Siapkan Desa Diselisun sebagai Kampung Hortikultura

Merambah Industri Gula dan Biomassa

Selain sawit dan biodiesel, bisnis Jhonlin juga berkembang ke sektor pangan melalui industri gula. PT Prima Alam Gemilang disebut sebagai salah satu perusahaan yang terkait dengan pengembangan perkebunan tebu dan pabrik pengolahan gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Pabrik tersebut menjadi bagian dari ekspansi bisnis Jhonlin ke luar Kalimantan Selatan.

Diversifikasi juga dilakukan melalui bisnis berbasis biomassa. Sejumlah perusahaan dalam jaringan Jhonlin disebut mengembangkan produk seperti wood pellet serta aktivitas agribisnis lainnya. Perluasan ini menunjukkan bahwa portofolio Jhonlin tidak hanya bertumpu pada batu bara, tetapi juga mencakup sektor perkebunan, energi dan industri pengolahan.

Sumber: