Kebakaran Way Kambas Belum Padam hingga Sabtu, Petugas Hadapi Lahan Kering dan Keterbatasan Sumber Air
Kebakaran Taman Nasional Way Kambas yang terjadi sejak Jumat siang hingga Sabtu masih dalam proses pemadaman--CNBC Indonesia
KALTARA, DISWAY.ID - Kebakaran Taman Nasional Way Kambas yang terjadi sejak Jumat siang hingga Sabtu masih dalam proses pemadaman, dengan tim gabungan dari Balai TN Way Kambas, TNI-Polri, dan relawan terus berupaya mengendalikan api yang membakar kawasan konservasi di Lampung Timur.
Kondisi kebakaran Taman Nasional Way Kambas menjadi semakin sulit ditangani karena kawasan yang terbakar berada dalam kondisi kering, minim sumber air, serta memiliki medan yang membuat kendaraan tidak dapat menjangkau seluruh titik sehingga sejumlah petugas harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi kebakaran.
Sementara itu, kebakaran Taman Nasional Way Kambas tersebut juga masih dalam proses pendataan untuk mengetahui luas area yang terdampak, sedangkan dugaan mengenai penyebab kebakaran yang disebut berpotensi dilakukan secara sengaja masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, sejak Jumat (21/8) siang. Hingga Sabtu (22/8), tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman karena kobaran api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MHD Zaidi membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Menurut dia, petugas Balai TN Way Kambas bersama unsur TNI-Polri dan relawan telah melakukan upaya pemadaman sejak api pertama kali diketahui pada Jumat siang.
Upaya pemadaman di kawasan konservasi tersebut tidak berjalan mudah. Kondisi lapangan yang kering, keterbatasan sumber air, serta medan yang sulit dijangkau kendaraan menjadi sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan. Petugas bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang terbakar karena kendaraan tidak dapat masuk ke sejumlah titik.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan peralatan yang memadai. Balai TN Way Kambas juga berharap adanya dukungan peralatan pemadam, termasuk mesin pompa air atau alkon, untuk membantu menjangkau kawasan yang sulit didatangi kendaraan.
Sementara itu, hingga Sabtu, pihak Balai TN Way Kambas belum memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran. Pendataan masih dilakukan bersamaan dengan proses pemadaman, sehingga belum ada angka resmi mengenai luas lahan yang terbakar dalam peristiwa kali ini.
Kebakaran yang terjadi di tengah kondisi kawasan yang kering menjadi perhatian karena Way Kambas merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem penting. Namun, kondisi satwa yang berada di dalam kawasan tersebut akibat kebakaran ini belum disampaikan secara rinci oleh pihak pengelola, sehingga informasi mengenai dampak terhadap satwa masih perlu menunggu perkembangan resmi di lapangan.
Selain persoalan pemadaman, penyebab kebakaran juga mulai menjadi perhatian. Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi menyebut adanya dugaan bahwa kebakaran tersebut dilakukan dengan sengaja. Namun, dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan belum dapat disebut sebagai penyebab resmi kebakaran.
Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah mengatakan pihak kepolisian akan melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara setelah api berhasil dipadamkan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak Balai TN Way Kambas dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran TN Way Kambas bukan kali pertama terjadi pada tahun ini. Sebelumnya, kawasan hutan tersebut juga mengalami kebakaran pada Januari 2026 dengan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 2.600 hektare. Peristiwa terbaru ini kembali menempatkan kawasan konservasi tersebut dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat, terutama di tengah kondisi musim kemarau dan lahan yang relatif kering.
Sumber: