Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter Warnai Kirab Kebangsaan Pulau Sebatik

Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter Warnai Kirab Kebangsaan Pulau Sebatik

Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter menjadi simbol persatuan dan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air--Berita Nunukan

KALTARA, DISWAY.ID - Semangat kebangsaan kembali menguat di wilayah perbatasan melalui Kirab Kebangsaan Pulau Sebatik yang digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam momentum tersebut, Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter menjadi simbol persatuan dan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air, sementara peluncuran GERNAS RANA Kalimantan Utara menegaskan komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Melalui Kirab Kebangsaan Pulau Sebatik, masyarakat diajak memperkuat nilai nasionalisme, sedangkan Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter menjadi pengingat pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Pada saat yang sama, GERNAS RANA Kalimantan Utara diluncurkan sebagai upaya memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi wujud dukungan terhadap Kirab Kebangsaan Pulau Sebatik, sekaligus mempertegas makna Pembentangan Bendera Merah Putih 81 Meter sebagai simbol persatuan bangsa. Bersamaan dengan itu, GERNAS RANA Kalimantan Utara diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun karakter generasi muda dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, khususnya di kawasan perbatasan.

BACA JUGA:Jelang HUT Ke-81 RI, Kecamatan Krayan Barat Gelar Bimtek Satlinmas dan Bantah Isu Pengibaran Bendera Malaysia

Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, menjadi pusat pelaksanaan Kirab Kebangsaan yang dirangkaikan dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter serta peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA), Kamis (6/8). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, cinta tanah air, sekaligus komitmen menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Rangkaian kegiatan dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Camat Sebatik, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala madrasah, guru, pimpinan pondok pesantren, ustaz dan ustazah, serta para santri.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter memiliki makna penting sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur menilai Pulau Sebatik memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan salah satu wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Oleh sebab itu, semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air harus terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang tinggal di kawasan perbatasan.

Ia juga menegaskan bahwa wilayah perbatasan bukan sekadar garis pemisah antarnegara, melainkan beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mencerminkan identitas bangsa. Karena itu, berbagai kegiatan yang membangun rasa persatuan dan kebangsaan dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat karakter masyarakat di wilayah perbatasan.

BACA JUGA:Perkembangan Terbaru Kebakaran Speedboat Sekatak AAA Express, Polisi Dalami Dugaan Sumber Api dari Genset

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan yang telah menggagas pelaksanaan Kirab Kebangsaan, pembentangan Bendera Merah Putih, dan peluncuran GERNAS RANA di Pulau Sebatik.

Menurut Bupati, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter tidak hanya menjadi simbol peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menggambarkan kuatnya persatuan, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap bangsa. Momentum tersebut diharapkan mampu mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keutuhan NKRI, khususnya di daerah perbatasan.

Selain memperkuat nilai kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA). Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bupati menilai kehadiran GERNAS RANA menjadi langkah positif dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, perundungan, diskriminasi, maupun penyalahgunaan teknologi digital yang dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan generasi muda. Melalui gerakan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam memberikan perlindungan kepada anak di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Sumber: