Ternyata MSG Tidak Sejahat yang Dikira, Begini Penjelasan soal Penyedap Rasa pada Makanan
Banyak masyarakat menganggap bahan MSG ini berbahaya bagi kesehatan tubuh--Magnific (Freepik)
KALTARA, DISWAY.ID - MSG, penyedap rasa, dan makanan gurih masih sering menjadi perdebatan karena banyak masyarakat menganggap bahan ini berbahaya bagi kesehatan tubuh. Di sisi lain, penggunaan MSG dalam berbagai masakan sehari-hari justru sangat umum ditemukan, mulai dari makanan rumahan hingga produk instan yang populer di Indonesia.
Banyak orang percaya konsumsi MSG, kesehatan tubuh, dan makanan instan memiliki hubungan yang buruk karena munculnya berbagai informasi lama yang terus beredar dari waktu ke waktu. Padahal, sejumlah penelitian modern menunjukkan bahwa penggunaan penyedap rasa dalam batas wajar dinilai aman dan tidak selalu menimbulkan efek berbahaya bagi sebagian besar orang.
Perdebatan tentang penyedap rasa, rasa gurih, dan pola makan juga semakin ramai karena masyarakat kini lebih memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Tidak sedikit produk bahkan mulai menggunakan label “tanpa MSG” sebagai strategi pemasaran untuk menarik perhatian konsumen yang semakin sadar terhadap isu kesehatan.
BACA JUGA:Cuaca Panas Bikin Gerah? Coba Resep Es Kopi Kelapa yang Segar dan Creamy ala Cafe
MSG, penyedap rasa, dan makanan gurih sering menjadi topik yang memicu perdebatan di masyarakat, terutama karena banyak orang masih menganggap bahan ini berbahaya untuk kesehatan. Padahal, penggunaan MSG dalam makanan sehari-hari sebenarnya sudah lama diteliti dan dinilai aman jika dikonsumsi dalam batas wajar.
Selama bertahun-tahun, MSG kerap mendapat citra buruk karena dianggap dapat menyebabkan sakit kepala, haus berlebihan, hingga berbagai gangguan kesehatan lainnya. Namun di sisi lain, bahan yang dikenal mampu memperkuat rasa gurih ini masih banyak digunakan dalam masakan rumahan, restoran, hingga makanan instan.
Lalu, benarkah MSG benar-benar berbahaya? Atau justru ada banyak fakta yang selama ini kurang dipahami masyarakat?
Apa Itu MSG?
MSG atau monosodium glutamate adalah bahan penyedap rasa yang digunakan untuk memperkuat cita rasa umami pada makanan. Umami sendiri dikenal sebagai rasa gurih yang biasa ditemukan pada kaldu, daging, keju, tomat, hingga jamur.
Menariknya, glutamat sebenarnya juga terdapat secara alami pada berbagai bahan makanan. Karena itu, MSG bukan sepenuhnya zat “asing” bagi tubuh manusia. Dalam dunia kuliner, MSG digunakan karena mampu membuat rasa makanan menjadi lebih kaya dan seimbang, bahkan hanya dalam jumlah kecil.
BACA JUGA:Emas atau Deposito, Mana yang Lebih Cocok Jadi Pilihan Tabungan Aman di Tengah Kondisi Ekonomi 2026?
Kenapa MSG Sering Dianggap Berbahaya?
Pandangan negatif terhadap MSG mulai ramai sejak akhir tahun 1960-an setelah muncul istilah “Chinese Restaurant Syndrome”. Saat itu, ada laporan yang menyebut beberapa orang mengalami gejala seperti pusing, leher terasa kaku, dan tubuh lemas setelah makan di restoran Chinese food.
MSG kemudian dituding sebagai penyebab utama. Namun seiring berkembangnya penelitian, banyak ahli menyebut bukti ilmiah terkait hubungan langsung MSG dengan gejala tersebut masih lemah dan tidak konsisten.
Beberapa penelitian modern bahkan menunjukkan sebagian besar orang dapat mengonsumsi MSG dalam jumlah normal tanpa mengalami efek berbahaya.
Kenapa Makanan dengan MSG Terasa Lebih Enak?
Salah satu alasan MSG populer adalah kemampuannya memperkuat rasa umami. Efek inilah yang membuat makanan terasa lebih gurih, “nendang”, dan memancing selera makan.
Sumber: