Pra Musrenbang Stunting Digelar, Kalimantan Utara Kejar Target Penurunan 11,4 Persen

Pra Musrenbang Stunting Digelar, Kalimantan Utara Kejar Target Penurunan 11,4 Persen

Kalimantan Utara kini menargetkan capaian ambisius sebesar 11,4 persen--Diskominfo Kaltara

KALTARA, DISWAY.ID - Upaya percepatan penurunan angka stunting terus menjadi prioritas di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Utara yang kini menargetkan capaian ambisius sebesar 11,4 persen.

Melalui forum Pra Musrenbang Stunting, pemerintah daerah mulai merancang strategi yang lebih terarah dan terintegrasi guna memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Langkah ini menjadi penting mengingat stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Maka dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, Kalimantan Utara berupaya untuk memperkuat sinergi dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Pemerintah Tetap Tekan Biaya di Tengah Kenaikan Avtur

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus stunting. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi dan program prioritas yang akan dijalankan pada tahun mendatang.

Dalam forum tersebut, Kalimantan Utara menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga mencapai 11,4 persen. Target ini sejalan dengan upaya nasional dalam menurunkan prevalensi stunting, sekaligus menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak.

Pra Musrenbang stunting ini berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk menyelaraskan program dan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan stunting. Berbagai pihak dilibatkan, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, hingga pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dilakukan agar intervensi yang dirancang tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan terintegrasi.

Fokus utama dalam pembahasan mencakup penguatan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik meliputi upaya langsung pada sektor kesehatan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Sementara itu, intervensi sensitif mencakup aspek yang lebih luas, seperti sanitasi, akses air bersih, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selain itu, pentingnya akurasi data juga menjadi perhatian dalam forum ini. Data yang valid dan terbarukan dianggap krusial untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran. Maka dengan data yang kuat, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah prioritas serta kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

BACA JUGA:Program MBG dan Kontroversi Motor Listrik, Fokus Anggaran Dipertanyakan

Tantangan dalam penanganan stunting juga turut dibahas, termasuk masih adanya keterbatasan akses layanan di beberapa wilayah serta perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya gizi dan pola asuh anak. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu strategi yang terus didorong.

Melalui Pra Musrenbang ini, diharapkan seluruh pihak dapat menyatukan langkah dan komitmen dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Utara. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder menjadi kunci utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Jadi dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, Kalimantan Utara optimistis dapat mencapai target penurunan stunting hingga 11,4 persen, sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.

Sumber: