Serangan Terhadap Aktivis KontraS Picu Kekhawatiran atas Keamanan Pembela HAM

Serangan Terhadap Aktivis KontraS Picu Kekhawatiran atas Keamanan Pembela HAM

Kronologi kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus--X (Twitter)

KALTARA, DISWAY.ID - Kasus penyiraman cairan yang berupa air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus ini tidak hanya menimbulkan keprihatinan atas kondisi yang menimpa korban, tetapi juga memicu diskusi luas mengenai keamanan untuk para pembela hak asasi manusia di Indonesia, mengingat belakangan ini Andrie Yunus yang merupakan aktivis dari KontraS juga ikut menyuarakan mengenai UU TNI yang mendapatkan banyak kritik dari masyarakat mengenai UU tersebut.

Banyak pihak yang menilai bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak bisa dipandang sebagai bentuk tindak kriminal biasa, melainkan memiliki dampak yang lebih luas terhadap ruang kebebasan sipil. Di tengah meningkatnya perhatian publik, berbagai organisasi masyarakat sipil hingga pengamat HAM pun mendesak agar kasus ini segera diusut secara serius dan transpaaran.

BACA JUGA:Jelang Arus Mudik Lebaran, Operasi Ketupat Kayan 2026 Resmi Digelar

Insiden yang menimpa Andrie Yunus menjadi sorotan karena korban dikenal sebagai salah satu aktivis yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi hak asasi manusia. Selama ini KontraS merupakan organisasi yang kerap menyerukan berbagai isu yang berkaitan dengan keadilan bagi korban pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, hingga perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Peristiwa yang menimpa Andri Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 di Kawasan Jakarta Pusat. Saat itu Andrie tengah mengendarai sepeda motor setelah menghadiri sebuah kegiatan. Dua orang tidak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor diduga mendekati korban sebelum menyiramkan cairan air keras.

Akibat dari serangan itu, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuhnya dan segera mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban menjadi perhatian publik mengingat cairan berbahaya seperti air keras ini dapat menyebabkan cedera serius serta memperlukan perawatan intensif, ditambah di Indonesia penyiraman air keras bukan hal baru yang terjadi karena sebelumnya Novel Baswedan yang saat itu sedang menangani kasus korupsi besar juga mendapatkan teror yang serupa.

Peristiwa ini kemudian memicu reaksi dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang menyampaikan keprihatinan serta mengecam tindakan kekerasan terhadap aktivis. Mereka menilai bahwa serangan semacam ini berpotensi menciptakan rasa takut di kalangan pembela hak asasi manusia yang selama ini sudah aktif menyuarakan berbagai isu keadilan dan kemanusiaan. 

Sebagai organisasi yang berfokus pada advokasi hak asasi manusia, KontraS selama ini dikenal aktif mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan korban pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, hingga perlindungan kepada masyarakat sipil. Maka dari itu, seranga terhadap Andrie Yunus dinilai memiliki implikasi yang lebih luas terhadap kerja-kerja advokasi yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil.

BACA JUGA:Catat! Ini Daftar Tol yang Beri Diskon Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus yang menimpa Andrie Yunus. Penanganan yang cepat, transparan, dan profesional dinilai penting agar pelaku dapat segera diidentifikasi serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut laporan yang beredar, saat ini kasus telah naik ke Kepolisian dan tengah diselidiki untuk bisa mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Langkah-langkah seperti pengumpulan keterangan saksi serta penelusuran rekaman pengawas di sekitar lokasi kejadian menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Sumber: