HYBE Wajib Bayar Puluhan Miliar Won ke Min Hee Jin, Sengketa Berakhir di Pengadilan
HYBE wajib bayar kompensasi puluhan miliar won kepada Min Hee Jin--
KALTARA, DISWAY.ID - Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas di kalangan penggemar K-Pop. Konflik hukum antara perusahan hiburan raksasa Korea Selatan, HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin akhirnya memasuki fase baru.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul telah memutuskan untuk memenangkan Min Hee Jin dalam permasalahan terkait hak penjualan saham atau put option, sekaligus mewajibkan HYBE membayar kompensasi senilai lebih dari 25 miliar won. Putusan ini tidak hanya menjadi titik penting dalam perseteruan bisnis keduanya, tetapi juga membawa dampak besar terhadap dinamika industri hiburan Korea selatan, khususnya bagi label ADOR dan grup populer NewJeans yang berada di bawah naungannya.
Maka dengan putusan terbaru ini, konflik antara HYBE dengan Min Hee Jin memasuki babak baru yang lebih menentukan. Meski satu gugatan telah berhasil dimenangkan oleh MHJ, tetapi proses hukum untuk keduanya belum sepenuhnya berakhir. Keputusan lanjutan, termasuk kemungkinan banding akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan bisnis mereka ke depannya.
BACA JUGA:SEAblings Trending, Netizen ASEAN Bersatu Respons Komentar Rasisme K-Netz
Konflik hukum antara perusahaan hiburan Korea Selatan, HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin kembali menjadi sorotan setelah pendailan mengeluarkan putusan yang memenangkan pihak Min Hee Jin selaku mantan CEO ADOR. Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyatakan bahwa hak put option yang diajakan oleh MHJ sah secara hukum dan harus dipenuhi oleh HYBE sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
Dalam putusan tersebut, HYBE diwajibkan membayar sekitar 25,5 miliar won atau setara hampir 300 miliar rupiah kepada Min Hee Jin. Hakim menilai bahwa tidak terdapat pelanggaran kontrak yang dapat dijadikan dasar pembatalan hak penjualan saham tersebut. Oleh karena itu, perusahaan induk tetap berkewajiban untuk memenuhi komitmen bisnis yang telah disepakati bersama.
Kasus ini merupakan bagian dari konflik internal yang terjadi di label ADPR, anak perusahaan HYBE yang menaungi girl group populer NewJeans. Perselisihan mulai mencuat pada tahun 2024 ketika HYBE menuding Min Hee Jin melakukan pelanggaran kepercayaan dan mencoba untuk mengambil alih kendali manajemen label secara sepihak.
Menanggapi tuduhan tersebut, Min Hee Jin membantah keras seluruh klaim yang dilayangkan kepadanya. Min Hee Jin menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambilnya semata-mata bertujuan melindungi independensi kreatif dan kepentingan artis di bawah naungan ADOR. Selain itu, Min Hee Jin juga menilai bahwa tekanan dari perusahaan induk telah menciptakan situasi kerja yang tidak kondusif.
Dalam situasi tersebut, Min Hee Jin kemudian menggunakan hak put option, yaitu mekanisme dalam kontrak yang memungkinkan para pemegang saham untuk menjual sahamnya kembali kepada perusahaan dengan harga yang telah ditentukan. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap posisinya setelah hubungan dengan HYBE memburuk secara signifikan.
BACA JUGA:Hijrah ke London Jadi Nyata! The Changcuters Gelar Tur Inggris pada April 2026
Pihak HYBE sempat menolak pelaksanaan hak tersebut dengan alasan adanya pelanggaran internal dan konflik kepentingan. Namun pengadilan menilai bahwa argumen tersebut tidak cukup kuat secara hukum. Hakim menegaskan bahwa perjanjian bisnis bersifat mengikat dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas.
Meski telah kalah dalam gugatan ini, HYBE belum menutup kemungkinan untuk menempuh jalur banding. Sejumlah media Korea melaporkan bahwa manajemen perusahaan tengah mengkaji langkah hukum lanjutan guna menimalkan dampak finansial dan reputasi akibat dari putusan tersebut.
Kemenangan yang diterima Min Hee Jin dinilai memperkuat posisi MHJ, baik secara finansial maupun reputas profesional. Banyak pengamat industri menilai bahwa putusan ini menjadi hal penting terkait dengan hubungan antara perushaan besar dan figur kreatif di industri hiburan Korea Selatan.
Di sisi lain, publik juga menaruh perhatian pada dampak konflik ini terhadap aktivitas NewJeans dan stabilitas ADOR. Meski hingga kini kegiatan promosi dan produksi masih berjalan, ketegangan di tingkat manajemen dikhawatirkan dapat memengaruhi strategi jangka panjang grup tersebut.
Sumber: