Menhut Dorong Perlindungan Lahan Basah dan Mangrove di Kalimantan Utara
Komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan perlindungan terhadap lahan basah dan ekosistem mangrove di Kaltara--Radar Tarakan
KALTARA, DISWAY.ID - Komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat melalui berbagai program konservasi, termasuk perlindungan terhadap lahan basah dan ekosistem mangrove di Kalimantan Utara.
Wilayah yang dikenal memiliki kekayaan alam melimpah ini menyimpan potensi besar dalam mendukung kehidupan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan iklim global. Kehadiran Menteri Kehutanan di Tarakan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia.
Hal tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pengelolaan lahan basah bukan hanya sekedar agenda lingkungan, melainkan juga berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan pembangunan daerah. Maka dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan agar potensi lahan basah dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa harus mengorbankan kelestariannya.
BACA JUGA:Polda Kaltara Gelar Aksi Korve Serentak, Dorong Kesadaran Kebersihan Lingkungan
Upaya pelestarian lahan basah di Kalimantan Utara terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menteri Kehutanan menegaskan bahwa keberadaan lahan basah memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat lokal, khususnya yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata berbasis alam.
Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan perlindungan lingkungan. Selain mendukung perekonomian masyarakat, lahan basah juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting.
Ekosistem ini berperan sebagai penyerap air alami, pengendali banjir, serta juga menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Dalam konteks Kalimantan Utara yang memang memiliki kawasan pesisir luas, keberadaan mangrove bisa menjadi benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim.
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan terus mendorong berbagai upaya, salah satunya adalah dengan mendorong berbagai program konservasi termasuk rehabilitasi mangrove dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga lahan basah.
Pendekatan berbasis partisipasi dinilai mampu meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Maka dengan adanya keterlibatan aktif dari warga, upaya pelestarian diharapkan dapat berjalan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Stok Beras di Kaltara Dipastikan Aman hingga Enam Bulan dan Harga Terkendali
Di sisi lain, lahan basah Kalimantan Utara juga memiliki kontribusi besar dalam menyerap emisi karbon. Kawasan ini berfungsi sebagai penyimpanan karbon alami yang membantu menekan laju pemanasan global. Potensi tersebut menjadikan wilayah Kalimantan Utara sebagai salah satu daerah yang strategis dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pengendalian perubahan iklim di tingkat nasional maupun global.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kehutanan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lahan basah. Kolaborasi di antarsektor ini dinilai dapat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks. Maka tanpa adanya kerja sama yang solid, maka upaya konservasi berpotensi tidak berjalan dengan optimal.
Lebih jauh, pengelolaan lahan basah yang baik juga sejalan dengan agenda pembangunan yang berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Dengan demikian, konservasi tidak lagi dipandang sebagai hambatan pembangunan, melainkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang. Ke depannya pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi, pengawasan, serta pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan lahan basah.
Sumber: