Perkuat Bisnis Beyond Mortgage, BTN Expo 2026 Siap Digelar
KALTARA.DISWAY.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas jangkauan bisnisnya dengan memperkuat positioning sebagai bank yang melayani kebutuhan masyarakat beyond mortgage. Upaya tersebut ditegaskan melalui penyelenggaraan BTN Expo 2026 yang akan digelar pada 28–31 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Mengusung tema “Build, Battle, and Beat”, BTN Expo 2026 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Awarding BTN Housingpreneur 2025, Property Expo, BTN Hiring untuk mendapatkan talent-talent baru perseroan, BTN Champions Arena by Ruangguru, serta Culinary and Fashion Festival yang akan menghadirkan berbagai masakan khas Indonesia yang sudah terkenal dari berbagai daerah. Seperti Sate Mak Syukur (Padang), Gudeg Yuk Djum (Yogyakarta), Dudung Roxy (Jakarta), Rawon Setan (Surabaya), Bebek Sinjay (Madura), Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta), dan berbagai UMKM kuliner Nusantara lainnya.
Tidak ketinggalan, BTN Expo 2026 akan semakin meriah dengan konser musik yang menghadirkan artis papan atas Tanah Air. Mulai dari Juicy Luicy, Maliq & D’Essentials, Bunga Citra Lestari (BCL), Isyana Sarasvati, Bernadya, RAN, Sal Priadi, hingga Marcello Tahitoe yang dijadwalkan bakal menghibur para pengunjung.
BACA JUGA:BTN bersama BSN Hadirkan Harmoni dan Berkah Lewat Program Khitanan Massal
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN Expo 2026 menjadi wujud transformasi BTN sebagai bank yang kini lebih modern. Tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tapi juga lifestyle untuk terus memperkuat bisnis beyond mortgage. Makanya, BTN Expo dirancang menjadi pameran yang mengintegrasikan gaya hidup dan bisnis dalam satu ekosistem.
“Melalui BTN Expo 2026, kami ingin mempertegas positioning BTN sebagai bank yang melayani beyond mortgage, tidak hanya fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR),” ujar Ramon, Rabu (22/1).
Ramon menegaskan, BTN Expo 2026 diharapkan menjadi wadah interaksi yang produktif antara pelaku industri dan masyarakat. Selain memperluas peluang bisnis, agenda ini juga memperkuat peran BTN dalam mendukung gaya hidup serta kebutuhan finansial masyarakat secara lebih luas.
“BTN Expo 2026 terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis oleh seluruh masyarakat untuk bisa menikmati konser musik, sambil berbelanja, kulineran, sekaligus melihat berbagai pilihan hunian impian,” imbuhnya.
Awarding BTN Housingpreneur
Pada acara puncak, lanjut Ramon, akan ada Awarding BTN Housingpreneur di 31 Januari 2026. BTN Housingpreneur yang diikuti oleh 1.171 peserta berhasil menyaring 60 peserta paling inovatif untuk lolos ke tahap Grand Judging yang digelar pada 26 Januari 2026. Adapun kategori yang dilombakan meliputi Rumah Nusantara, House Design, House Related Innovation, House Value Chain Innovation, House Technology Innovation, Affordable House Development, serta Commercial Residential.
Ramon menjelaskan, proses seleksi berlangsung ketat. Kualitas ide yang disampaikan peserta semakin matang. Sehingga membuat suasana penjurian semakin kompetitif.
“Banyak gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga realistis untuk menjawab tantangan di sektor perumahan. Karena itu, penjurian dilakukan secara cermat dan objektif,” paparnya.
BACA JUGA:Teknikal dan Fundamental BBTN Makin Menarik, Harga Saham Terus Nanjak
Dalam ajang ini, dewan juri dibagi ke dalam dua kategori. Juri Design and Architecture terdiri atas Imelda Akmal (Chief Editor Archinesia), Wiza Hidayat (CEO Arkadia Group), Osrithalita Gabriela (Managing Partner Ago Architect), serta I Putu Aditya Widiatama (Stakeholder Relation Department Head).
Sementara itu, juri Housing Innovation diisi oleh I Putu Gede Rahman Desyanta (CEO Baliola), Ryan Maurice Talullah (Founder & CVO Bardi Smart Home), Agus Windharto (Associate Professor Departemen Desain Produk Industri ITS sekaligus Managing Director Design Center ITS), serta Royansyah Putra Ginting (SME Credit Program Department Head BTN).
Chief Editor Archinesia Imelda Akmal mengatakan, komposisi juri yang terdiri atas arsitek, pakar green building, dan perwakilan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sangat ideal untuk menilai desain hunian secara komprehensif.
"Penilaian tidak hanya dilakukan dari sudut pandang desain dan arsitektur semata. Tetapi juga mencakup kelayakan produksi, kelayakan bisnis, serta kelayakan pembiayaannya," ungkap Imelda.
Menurut dia, karena kompetisi ini berfokus pada isu hunian dan tempat tinggal, kehadiran arsitek dalam jajaran juri menjadi penting untuk menjaga kualitas perancangan. Di sisi lain, perspektif green building serta pembiayaan dari BTN memastikan ide-ide yang dihasilkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan.
"Banyak ide yang bagus, penuh lompatan pemikiran, inovatif, serta menawarkan solusi yang sangat relevan untuk diaplikasikan di masyarakat. Bahkan berpotensi untuk didanai oleh BTN," pungkas Imelda.
Sumber: