Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Tuai Kritik, Ini Alasannya!

Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Tuai Kritik, Ini Alasannya!

Pro dan kontra Indonesia ikut Board of Peace--BBC

KALTARA, DISWAY.ID - Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace, badan internasional yang diinisiasi oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat memunculkan perdebatan di media sosial terutama untuk di dalam negeri.

Di satu sisi dengan keiikutsertaan Indonesia ke dalam Board of Peace, pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari diplomasi aktif untuk mendorong perdamaian, khususnya terkait dengan genosida yang terjadi di Palestina dan upaya stabilisasi kawasan.

Namun di sisi lain, struktur dari Board of Peace yang sangat lekat dengan figur dari seorang Donald Trump yang merupakan inisiator dari dewan perdamaian ini, serta dianggap mandatnya yang tidak sepenuhnya jelas, hal tersebut yang memicu kekhawatiran publik, sekaligus membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa banyak kritik yang datang dengan keputusan ini.

BACA JUGA:Indonesia Resmi Bergabung dalam Board of Peace Buatan Donald Trump

Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan keputusannya utuk bergabung dengan Board of Peace, sebuah badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang awalnya dimaksudkan untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi Gaza setelah diserang oleh Israel.

Keanggotaan ini diumumkan melalui pernyataan bersama oleh menteri luar negeri dari beberapa negara, termasuk Indonesia, Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. 

Board of Peace sendiri didirikan oleh Donald Trump sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, meski piagam badan internasional ini kemudian tampak memiliki mandat yang lebih luas daripada hanya urusan Gaza.

Keputusan Indonesia untuk bergabung mendapatkan berbagai respons yang beragam sedangkan dari pemerintah menganggap bahwa langkah yang diambil ini adalah bagian dari diplomasi aktif untuk memperjuangkan perdamaian dan menghentikan genosida yang terjadi di Palestina.

Namun sejumlah pihak mengingatkan, bahwa keterlibatan Indonesia di Board of Peace bisa saja membawa risiko diplomatik dan domestik. Pakar hukum internasional mencatat bahwa struktur badan ini sangat berkaitan dengan kepemimpinan Donald Trump.

BACA JUGA:Mengenal Board of Peace, Inisiatif Perdamaian Global Bentukan Donald Trump

Pendapat itu muncul karena diketahui Trump memegang kursi ketua permanen seumur hidup dan memegang kendali besar atas keanggotaan serta arah organisasi, sehingga hal ini yang bisa membuat Indonesia terlihat berat sebelah kepada kebijakan Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa pengamat juga menilai bahwa terlibat dalam Board of Peace berpotensi mengalihkan fokus diplomasi Indonesia dari forum multilateral yang sudah mapan, seperti PBB dan ASEAN, serta merusak citra kebijakan luar negeri yang selama ini dikenal dengan prinsip bebas dan aktif.

Isu ini juga memicu debat di masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan motivasi dari didirikannya badan tersebut, termasuk tuduhan bahwa sekedar klub elit diplomasi yang meminta dana besar bagi negera peserta, sementara sebagian besar keputusan tetap berada di tangan Amerika Serikat.

Respons internasional terhadap Board of Peace juga beragam, beberapa negara Eropa, seperti Prancis, Norwegia, dan Swedia telah menyatakan menolak untuk bergabung, sementara negara-negara besar lain masih memilih untuk berhati-hati atau belum menentukan sikap.

Sumber: