Benarkah Kerokan Bisa Mengatasi Masuk Angin dan Pegal? Ini Penjelasannya!
Kerokan dapat menyembuhkan penyakit, mitos atau fakta?--Pinterest
KALTARA, DISWAY.ID - Saat badan terasa pegal, meriang, atau tidak nyaman dan hal itu membuat banyak orang Indonesia yang berpikir dengan satu solusi klasik, kerokan. Kebiasaan turun-temurun ini seolah menjadi pertolongan pertama yang dianggap praktis dan cepat.
Karena biasanya kerokan dilakukan dengan uang koin dan minyak angin, maka dengan tubuh yang awalnya terasa berat sering kali merasa lebih ringan. Bahkan untuk sebagian orang, kerokan dianggap sebagai cara yang paling ampuh untuk menyembuhkan "masuk angin".
Namun di balik kebiasaan itu yang sangat populer di masyarakat, justru banyak juga pertanyaan yang muncul. Apakah kerokan benar-benar menyembuhkan sakit badan atau hanya memberi efek nyaman yang sementara saja?
BACA JUGA:Ikan Teri, Lauk Sederhana dengan Manfaat Kesehatan Luar Biasa yang Tidak Banyak Orang Tahu
Kerokan adalah praktik tradisional yang populer di Indonesia untuk meredakan pegal-pegal, masuk angin, atau sakit badan. Tradisi ini melibatkan menggosok permukaan kulit dengan benda tumpul, seperti koin di area yang telah diolesi minyak atau balsem.
Bekasnya biasanya berupa garis-garis kemerahan di kulit yang banyak dianggap sebagai tanda keluarnya angin dari tubuh. Praktik kerokan itu sendiri dikenal secara internasional sebagai gua sha atau scraping therapy, yaitu terapi tradisional dari Tiongkok yang telah dipraktikkan selama ratusan tahun untuk berbagai keluhan fisik.
Dilansir dari Studi Ilmiah tentang teknik scraping (gua sha) gerakan menggosok ini diketahui dapat meningatkan aliran darah lokal dan perfusi mikro di area yang dikerok. Pada beberapa penelitian, peningkatan perfusi darah bahkan terdeteksi selama 90 menit setelah teknik scrapping dilakukan, menunjukkan adanya perubahan sirkulasi yang nyata setelah kerokan dilakukan.
Peningkatan aliran darah ini bisa membantu mempercepat pengiriman oksigen dan nutrisi ke otot, serta membantu mengurangi ketegangan sementara yang mungkin menjadi alasan banyak orang merasa tubuh menjadi terasa lega setelah dikerok.
Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teknik scraping ini dapat memicu respons imun lokal ringan yang dalam beberapa kasus diperkirakan mengurangi rasa nyeri otot dan pegal setelah aktivitas fisik.
Namun meskipun efek sirkulasi dan perubahan fisiologis ini tampak menarik, bukti ilmiah yang kuat tentang kerokan sebagai terapi medis masih terbatas. Sebuah kajian sistematis terhadap penelitian klinis tentang scraping menemukan bukti bahwa bukti saat ini belum cukup untuk bisa menyimpulkan teknik scraping efektif secara konsisten untuk mengatasi nyeri otot atau nyeri sendi.
Artinya, walaupun beberapa studi menunjukkan efek positif seperti adanya peningkatan aliran darah dan berkurangnya sensasi pegal, bukti medis yang cukup kuat untuk bisa menyatakan kerokan menyembuhkan sakit badan belum tersedia berdasarkan penelitia ilmiah yang solid.
Banyak ahli yang menganggap bahwa rasa lebih enak setelah kerokan bisa datang karena beberapa alasan, yaitu:
- Peningkatan sirkulasi darah lokal membuat otot terasa lebih hangat dan rileks.
- Sensasi hangat dari balsem atau minyak angin meningkatkan relaksasi.
- Efek sugesti dan pengalaman budaya yang berulang dapat memberikan rasa nyaman.
Maka dari itu meskipun kerokan dipercaya dapat membantu meredakan sensasi tegang sementara di otot, ini tidak sama dengan mengobati penyebab rasa sakit secara medis.
Sumber: