Perahu Terbalik saat Panen Rumput Laut di Nunukan, Dua Nelayan Masih Dalam Pencarian

Perahu Terbalik saat Panen Rumput Laut di Nunukan, Dua Nelayan Masih Dalam Pencarian

Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kalimantan Utara setelah sebuah perahu panjang yang membawa nelayan rumput laut terbalik di perairan Sei Banjar--ANTARA

KALTARA, DISWAY.ID - Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kalimantan Utara setelah sebuah perahu panjang (longboat) yang membawa nelayan rumput laut terbalik di perairan Sei Banjar, Kabupaten Nunukan pada hari Senin sore kemarin.

Insiden tersebut menyebabkan dua nelayan dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, sementara satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa terbaliknya kapal nelayan yang menyebabkan dua nelayan hilang ini diketahui terjadi saat para nelayan tengah dalam perjalanan pulang usai memanen rumput laut dengan kondisi perairan yang diduga dipengaruhi oleh arus yang cukup kuat, sehingga menyulitkan upaya pencarian di lokasi kejadian.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Perluas Akses Pendidikan Gratis

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih terus melakukan operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu panjang yang mereka tumpangi terbalik di Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Insiden tersebut terjadi pada Senin 12 Januari 2026 di sore hari, saat ketiga nelayan tersebut dalam perjalan pulang usai memanen rumput laut, tetapi sampai berita ini diturunkan dua korban lainnya belum ditemukan dan diduga terbawa arus laut yang kuat, sementara satu orang lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut.

Dilansir dari ANTARA, Tragedi kapal terbalik itu bermula ketika longboat yang membawa tiga nelayan sekitar pukul 17.10 WITA, tepatnya di perairan depan Muara Sei Banjar. Ketiganya sedang membawa muatan penuh yang berisikan rumput laut yang baru saja dipanen saat menjelang ke pelabuhan.

Menurut Kepala Kantor SAR Tarakan, informasi awal mengenai kecelakaan itu diterima dari istri salah satu korban, kepada Pos SAR Nunukan pada pukul 19.15 WITA di Senin malam. Atas laporan yang diterima para tim bergegas untuk bergerak menuju lokasi kejadian dengan berbagai unsur penyelamat laut.

Dalam kejadian ini, seorang nelayan bernama Dayang yang berusia 60 tahun berhasil selamat dan dibawa ke darat oleh tim penyelamat. Sementara dua nelayan lainnya, yaitu Amir (53) dan Pandi (30) sampai kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.

BACA JUGA:Kunjungan Perdana Presiden Prabowo ke IKN dalam Lawatan ke Kalimantan

Operasi SAR memerlukan koordinasi yang ketat karena lokasi kejadian berada di sekitar 8,37 nautical miles dari Pos SAR Nunukan dengan estimasi waktu tempuh ke lokasi sekitar satu jam melalui jalur laut.

Tim SAR masih terus melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di area arus laut di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan peluang menemukan kedua korban yang masih hilang.

Pencarian juga melibatkan pemantauan terhadap titik-titik yang mungkin menjadi rute hantaran arus laut, mengingat arus laut yang cukup deras di perairan Kalimantan Utara dapat memengaruhi pergerakan korban yang terseret, hingga kini belum ada laporan terbaru mengenai ditemukannya nelayan yang hilang.

Pihak keluarga korban masih terus menunggu di daratan, sementara tim SAR terus mengoptimalkan operasi dengan memanfaatkan potensi lokal dan peralatan keselamatan laut. Hingga kini upaya pencarian belum diberhentikan dan diharapkan dapat segera menemukan korban yang masih hilang.

Sumber: